Pertemuan Surya Paloh-Anies Dinilai Strategi Naikkan Posisi Tawar Nasdem
Kamis, 25 Juli 2019 - 18:21 WIB
Pertemuan Surya Paloh-Anies Dinilai Strategi Naikkan Posisi Tawar Nasdem
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyita perhatian publik.
Padahal kedua sosok ini kerap berseberangan dalam kontestasi politik termasuk dalam hajat Pilpres 2019 kemarin.
“Pertemuan Ketum Nasdem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta kemarin bisa dilihat sebagai manuver Surya Paloh untuk menaikkan daya tawar politik Nasdem dihadapan Jokowi,” ujar analis politik dan Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam, Kamis (25/7/2019). (Baca juga: Nasdem Tegaskan Dukung Majukan Jakarta, Bukan Capres 2024 )
Arif menjelaskan, pertemuan kedua tokoh ini membuat kejutan publik lantaran mereka selama ini saling berhadapan dalam beberapa hajat kontestasi politik belakangan ini.
“Pilkada DKI, dan pilpres kemarin mereka berseberangan sehingga pertemuan tersebut membuat kejutan publik,” katanya.
Anies sebagai sosok yang lebih pro-Prabowo, lanjut Arif, merupakan representasi pendukung Prabowo yang juga potensial menjadi capres dalam Pilpres 2024. Karena itu, ajakan pertemuan Surya Paloh itu secara tidak langsung merupakan “gertak politik” pada Jokowi agar kepentingan politik Nasdem dapat terakomodasi dalam pemerintah Jokowi periode kedua.
“Jika Jokowi tak mengakomodasi kepentingan Nasdem, masih ada pilihan politik lain yang bisa dijadikan alternatif untuk langkah politik selanjutnya sehingga akan menjadi pertimbangan Jokowi. Strategi Partai Nasdem cukup cerdik dalam menaikkan daya tawar politik,” ujar Arif.
Padahal kedua sosok ini kerap berseberangan dalam kontestasi politik termasuk dalam hajat Pilpres 2019 kemarin.
“Pertemuan Ketum Nasdem Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta kemarin bisa dilihat sebagai manuver Surya Paloh untuk menaikkan daya tawar politik Nasdem dihadapan Jokowi,” ujar analis politik dan Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam, Kamis (25/7/2019). (Baca juga: Nasdem Tegaskan Dukung Majukan Jakarta, Bukan Capres 2024 )
Arif menjelaskan, pertemuan kedua tokoh ini membuat kejutan publik lantaran mereka selama ini saling berhadapan dalam beberapa hajat kontestasi politik belakangan ini.
“Pilkada DKI, dan pilpres kemarin mereka berseberangan sehingga pertemuan tersebut membuat kejutan publik,” katanya.
Anies sebagai sosok yang lebih pro-Prabowo, lanjut Arif, merupakan representasi pendukung Prabowo yang juga potensial menjadi capres dalam Pilpres 2024. Karena itu, ajakan pertemuan Surya Paloh itu secara tidak langsung merupakan “gertak politik” pada Jokowi agar kepentingan politik Nasdem dapat terakomodasi dalam pemerintah Jokowi periode kedua.
“Jika Jokowi tak mengakomodasi kepentingan Nasdem, masih ada pilihan politik lain yang bisa dijadikan alternatif untuk langkah politik selanjutnya sehingga akan menjadi pertimbangan Jokowi. Strategi Partai Nasdem cukup cerdik dalam menaikkan daya tawar politik,” ujar Arif.
(dam)