Pengamat: Airlangga Dinilai Minim Terobosan dalam Memimpin Golkar

Senin, 22 Juli 2019 - 10:02 WIB
Pengamat: Airlangga...
Pengamat: Airlangga Dinilai Minim Terobosan dalam Memimpin Golkar
A A A
JAKARTA - Peneliti utama politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) Lili Romli meyakini, Calon Ketua Umum Partai Golkar pada akhirnya akan mengerucut kepada dua nama yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Ia menyebut keduanya sama-sama memilki basis dukungan dari pemilik suara Golkar.

Kendati begitu, Lili mengatakan, jika membandingkan keduanya, Bamsoet lebih unggul dari sisi personalia kerena dianggap teruji memimpin DPR. Sedangkan Airlangga dinilai gagal dalam memimpin Golkar karena tak sedikit kritik dan penilaian negatif datang dari sesama kader partai.

"Bambang sudah membuktikan ketika kepemimpinan di DPR ini mampu ternyata. Dia dari bawah karirnya, dari media massa, pengusaha, aktivis, terus masuk politik, kemudian puncak sekarang ketua DPR dan ketua DPR banyak terobosan. Penilaian DPR positif tadinya terpuruk. Peluang dia menjadi saingan berat Airlangga," kata Lili di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Lili menilai, kepemimpinan Airlangga terlihat lemah ketika mengelola Golkar dengan menurunnya suara partai dan berkurangnya kursi di DPR. Bahkan, Airlangga juga terlihat tidak menunjukkan kinerjanya sebagai menteri perindustrian.

Menurutnya, penurunan suara Golkar dan berkurangnya kursi di parlemen berbanding terbalik dengan Nasdem yang notabene pecahan partai berlambang beringin itu. Nasdem secara suara dan perolehan kursi di parlemen naik signifikan dibanding Pemilu 2014.

"Memang terlalu low profile Pak Airlangga ini, memimpin partai enggak bisa. Sebagai partai besar kan harus menunjukkan juga hasil kepemimpinan yang menunjukkan partai besar. Dia kan low profile saya lihat. Itu bisa jadi kemudian faktor-faktor titik lemah dia," jelas dia.

Selain itu, Lili melihat Airlangga tidak banyak tampil dan melahirkan terobosan selama memimpin Golkar. Airlangga selama dua tahun memimpin Golkar, katanya, terlihat datar dan bahkan tak mampu mengonsolidasikan kekuatan partai.

"Memang yang tepat memang dicari tokoh bisa mempersatukan. Sekarang tantangan untuk kepemimpinan Golkar itu dua. Pertama, mengembalikan kepercayaan kepada Golkar yang terpuruk dirundung konflik terus pecah. Sekarang turun suaranya gimana gitu bisa lanjut. Kedua bisa mempersatukan di antara faksi yang ada. Silakan peserta (caketum) itu bersaing," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved