Zonasi Jadi Evaluasi Penambahan Sekolah Negeri

Senin, 24 Juni 2019 - 18:26 WIB
Zonasi Jadi Evaluasi...
Zonasi Jadi Evaluasi Penambahan Sekolah Negeri
A A A
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengklaim bahwa kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini merupakan langkah untuk memotret permasalahan pendidikan di masing-masing daerah dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Sehingga, zonasi ini akan menjadi awal evaluasi untuk membangun sekolah negeri baru di tahun-tahun mendatang.

“Zonasi itu untuk menyelesaikan masalah infrastruktur dan ketidakmerataan guru itu. Karena zonasi ini untuk memperkecil, atau kalau istilah itu meng-close up masalah karena kalau petanya nasional itu buram. Tapi, kalau kita pecah-pecah ke zona-zona itu jadi lebih tajam, lebih luas. Ibarat wajah kalau dari jauh keliatan halus, tapi kalau setelah di-close up dekat keliatan bopeng-bopengnya itu,” kata Muhadjir kepada wartawan sebelum Rapat Kerja (Raker) di Ruang Rapat Komisi X DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Kemudian, Muhadjir memaparkan, setelah mengetahui masalah-masalahnya, itu akan diselesaikan per-zona. Mulai dari ketidakmerataan peserta didik, kesenjangan guru, ketidakmerataan guru dan sarana prasarana antarsekolah yang jomplang. Kemendikbud akan meminta masing-masing pemda untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kontroversial karena anggarannya ada di daerah.

“Bahwa di daerah-daerah sudah banyak yang sadar bahwa di daerahnya sekolahnya masih belum sebagus yang seperti ia dengung-dengungkan,” imbuh Muhadjir.

Karena itu, lanjut dia, guru pun akan dirotasi per zonasi agar merata. Menteri Keuangan (Menkeu) juga akan menambah biaya pelatiha guru berbasis zonasi mulai tahun depan. Pendirian sekolah negeri baru juga sangat mungkin dilakukan dengan berangkat dari apa yang menjadk temuan dalam siatem zonasi.

“Sangat mungkin (bangun sekolah negeri baru). Justru kita akan berangkat pada peta zonasi ini akan ketauan nanti, kecamatan yang nggak ada SMP-nya, ada satu zona ada 1 SMA, coba dulu-dulu nggak ada yang tahu itu, daerah tenang-tenang aja. Sekarang kan sudah ketahuan kan. Gimana mau milih sekolah kalau di situ nggak ada sekolah. Di sini kan masyarakat jadi bersuara,” ujar Muhadjir.

“Memang yang disumpah serapah itu saya, tapi yang berat tanggung jawab, yang diprotes itu ya daerah-daerahnya. Tapi daerah harus menyadari, harus sadar dan segera bertindak untuk memenuhi layanan dasar kepada rakyat-rakyatnya. Dan ingat, pendidikan itu adalah layanan dasar kepada rakyat, dan duitnya itu 64 persen udah di mereka (pemda). Tak mungkin mencover seluruh Indonesia,” tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Kemendikbud Gelar Vaksinasi...
Kemendikbud Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik
DPR: Pemda Bisa Salurkan...
DPR: Pemda Bisa Salurkan Hibah Pendidikan ke PT dan SMA
Mendikbud: Tak Ada Rencana...
Mendikbud: Tak Ada Rencana Peleburan Materi Pendidikan Agama
NU-Muhammadiyah Mundur,...
NU-Muhammadiyah Mundur, Kemendikbud Didesak Buka Kriteria Seleksi POP
Penjelasan Putera Sampoerna...
Penjelasan Putera Sampoerna Foundation soal Polemik POP Kemendikbud
Kemendikbud Diminta...
Kemendikbud Diminta Petakan Kebutuhan Sekolah
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved