Kapal Navigasi KN Yefyus Bantu Angkut Penumpang di Tiga Pulau di Papua Barat

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:40 WIB
Kapal Navigasi KN Yefyus...
Kapal Navigasi KN Yefyus Bantu Angkut Penumpang di Tiga Pulau di Papua Barat
A A A
SORONG - Menyusul musibah kandasnya kapal perintis KM. Sabuk Nusantara 56 di sekitar Perairan Raja Ampat (Pulau Ayau) Papua Barat pada 7 Juni 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Yefyus. Kapal milik Distrik Navigasi Kelas I Sorong tersebut diperbantukan mengangkut penumpang yang tidak terangkut di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Distrik Kabare, Papua Barat.

Akibat kandasnya kapal KM. Sabuk Nusantara 56 sejumlah penumpang di Pulau Ayau, Pulau Fani dan Kabare yang telah bersiap untuk ke Sorong gagal berangkat. Mengingat masyarakat di ketiga pulau tersebut transportasinya hanya bergantung pada angkutan laut, maka Ditjen Hubla segera mengambil langkah dengan mengirimkan kapal KN Yefyus untuk mengangkut penunpang di ketiga pulau tersebut.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Sorong Marasabessy Haekal Dachlan mengatakan, setelah dilakukan koordinasi, kapal Navigasi KN Yefyus beserta tim dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong dan Disnav Kelas I Sorong berangkat ke lokasi pada 10 Juni 2019 pukul 22.00 WIT untuk mengangkut penumpang yang telah menunggu dengan hasil kebun yang akan dijual di Sorong.

“Setelah menempuh perjalanan sekitar sembilan jam dari Sorong, kapal berlabuh di Pulau Ayau dan tidak bisa sandar sehingga para penumpang harus menggunakan perahu longboat sebagai rede untuk naik ke atas kapal,” jelas Haekal.

Setelah selesai, lanjut Haekal, kapal menuju Pulau Fani dengan proses embarkasi yang sama menggunakan perahu longboat. Adapun Pulau Fani merupakan pulau terluar di Papua Barat.

Dari Pulau Fani, KN Yefyus menuju ke Kabare dan sandar di dermaga. Selanjutnya tanggal 11 Juni 2019 pukul 22.30 kapal bertolak ke Sorong dengan membawa total penumpang 233 orang.

“Alhamdulillah pagi ini (12/6/2019) pukul 08.00 WIT, kapal KN Yefyus telah tiba di Pelabuhan Sorong dengan selamat. Kondisi kapal dalam keadaan baik dan para ABK serta petugas yang ditugaskan dari Disnav Sorong dan KSOP Sorong juga dalam keadaan sehat,” kata Haekal.

Menurut Kepala Adat Kampung Doreker di Pulau Ayau, Boster Umpes, yang sempat berbicara dengan Kepala KSOP Sorong dan Kadisnav Sorong beberapa saat setelah tiba di Sorong, kehadiran KN Yefyus melalui tugas perbantuan ini sangat membantu masyarakat.

Pasalnya masyarakat telah mempersiapkan sejumlah kecil dari hasil perkebunan seperti pisang, kelapa dan hasil perikanan mereka untuk dijual ke Sorong. Jika tidak ada kapal, maka hasil kebun dan ikan akan sulit untuk dijual.

Mereka sangat berharap jalur perintis ke daerah mereka tidak berhenti karena masyarakat hanya bergantung pada transportasi laut, terutama kapal perintis.

“Untuk itu atas nama warga masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan,” ucap Boster.

Pada kesempatan ini, Haekal mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur karena kehadiran KN Yefyus dapat membantu masyarakat di Papua Barat dan mereka yang naik kapal KN Yefyus tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami berupaya agar masyarakat di wilayah terpencil di Papua Barat bisa ikut menikmati mudik gratis sama seperti saudara-saudara yang ada di Jakarta dan kota-kota besar lainnya dengan moda transportasi yang layak. Sehingga tidak ada biaya apapun yang dipungut kepada penumpang untuk mengangkut mereka dari tempat asal ke tujuan Pelabuhan Sorong,” tutur Haekal.

Sementara itu, Kepala Kantor KSOP Kelas I Sorong M Takwim Masuku menerangkan bahwa KSOP Sorong telah terlebih dahulu mengirimkan tim survey underwater untuk melakukan penyelaman dan pembersihan karang yang menghalangi serta mengirim tugboat untuk menarik kapal KM Sabuk Nusantara 56 pada Minggu (9/6/2019).

“Tim kami kembali melakukan upaya evakuasi kapal pada Selasa kemarin (11/6/2019) di mana kapal ditarik oleh tugboat TB Mitra Ocean namun belum berhasil sehingga proses evakuasi dihentikan sementara dan menunggu upaya lebih lanjut,” ujar Takwim.

Ia menambahkan, diperlukan secepatnya kapal pengganti atau deviasi kapal perintis lain untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut sehingga masyarakat dapat tetap terlayani.

“Dari hasil evaluasi kami, untuk mengisi kekosongan trayek ke pulau-pulau tersebut adalah dengan melakukan deviasi dan omisi pelabuhan singgah kapal perintis trayek R-96 yakni KM Sabuk Nusantara 61,” tutup Takwim.
(alf)
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved