Penangguhan Penahanan Mustofa Nahrawardaya Resmi Dikabulkan Polisi

Selasa, 04 Juni 2019 - 12:03 WIB
Penangguhan Penahanan...
Penangguhan Penahanan Mustofa Nahrawardaya Resmi Dikabulkan Polisi
A A A
JAKARTA - Tim Kuasa hukum dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) akhirnya berhasil mengeluarkan Mustofa Nahrawardaya setelah 10 hari mendekam di Rutan Bareskrim. Penangguhan penahanannya dikabulkan polisi.

"Tersangka Mustofa Nahrawardaya merupakan anggota BPN Prabowo-Sandiaga yang diduga melakukan tindak pidana penyebaran hoaks lewat Twitter kasus penganiayaan demo damai di depan Bawaslu pada 21-22 Mei 2019," kata Djudju Purwantoro SH selaku Koordinator Tim Kuasa Hukum dari Mustofa Nahrawardaya, melalui siaran pers, Selasa (4/6/2019).

Kebebasan sementara ini setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan polisi dengan tambahan jaminan Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad sebagai penjaminnya.

Usai keluar dari Rutan Bareskrim Polri, Mustofa mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Polri lantaran permohonan penangguhan penahanannya itu dikabulkan.

"Saya menyampaikan terima kasih atas doa teman-teman dan banyak tokoh yang akhirnya saya hari ini ditangguhkan penahanannya, dan kalau sampai di pengadilan ya nanti kami akan uji (tuduhan) di sana," kata Mustofa di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

"Kami besok harus ceramah selama Idul Fitri dan ini sebuah berkah bagi saya untuk lebaran pada tahun ini," sambungnya.

Setelah bebas sementara dari perkara hoaks yang menjeratnya, Mustofa akan langsung memberikan ceramah di Kota Bengkulu. Mustofa rencana melakukan tes kesehatan terlebih dahulu.

"Saya terkena sakit asam urat karena ada bagian yang harus diambil. Jadwalnya, minggu kemarin tapi tertunda karena menjalani tahanan. Ya, mungkin setelah lebaran, harus periksa," ujar Mustofa.

Mustofa paham kondisi penangguhan penahanan dirinya, dengan syarat normatif yaitu tidak boleh kabur meninggalkan Indonesia, tidak boleh menghilangkan barang bukti dan melakukan kejahatan lainnya, dan tentu saja harus koperatif saat dimintai keterangan lanjutan oleh polisi.

Mustofa dijemput polisi di rumahnya di bilangan Bintaro ketika menjelang sahur, Minggu (26/5) hingga akhirnya dia dijadikan tersangka dalam kasus dugaan hoaks.

"Hanya sehari berselang, Minggu(26/5) pukul 02an dinihari polisi menjemputnya. Setelah datang Tim Penasihat Hukum dari IKAMI sore hari diperiksa hingga Senin (27/5) pagi.
Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 Ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946," jelas Suta Widhya SH salah seorang Penasihat Hukum yang tergabung dalam IKAMI.

Menurut Suta lebih lanjut, surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks karena adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019 dan langsung ditangkap sehari kemudian merupakan fenomena yang sering terjadi dalam penerapan UU terkait ITE.
(maf)
Berita Terkait
Waspada, Provokasi SARA...
Waspada, Provokasi SARA di Medsos Kian Mengkhawatirkan
Jadi Tersangka Ujaran...
Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Peneliti BRIN Ditahan Bareskrim
MUI Kecam Keras Ujaran...
MUI Kecam Keras Ujaran Kebencian YouTuber Muhammad Kace
Tiba di Polda Jabar,...
Tiba di Polda Jabar, Begini Penampilan Habib Bahar Smith Sebelum Jalani Pemeriksaan
Mahasiswa Kalimantan...
Mahasiswa Kalimantan Tengah Kecam Ujaran Kebencian Edy Mulyadi
BREAKING NEWS, Ferdinand...
BREAKING NEWS, Ferdinand Hutahaean Tersangka Kasus Ujaran Kebencian
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved