Kebencian dan Radikalisme Berbasis Agama Jadi Perhatian Negara-negara ASEAN

Minggu, 19 Mei 2019 - 09:37 WIB
Kebencian dan Radikalisme...
Kebencian dan Radikalisme Berbasis Agama Jadi Perhatian Negara-negara ASEAN
A A A
CHIANG MAI - Maraknya berbagai ujaran kebencian dan radikalisme yang didasarkan pada agama, etnisitas dan identitas kelompok menjadi keprihatinan negara-negara ASEAN. Mereka sepakat untuk memberikan perhatian dan mencarikan solusi bersama.

Ketua ASEAN SOMY (Senior Official Meeting on Youth), Asrorun Niam Sholeh menjelaskan masyarakat ASEAN memiliki komitmen untuk mempromosikan budaya yang mendorong moderasi.

Di samping masalah radikalisme, masalah yang disoroti adalah tentang cyber bullying yang sudah pada taraf membahayakan kohesi sosial. Juga tentang masalah narkotika dan zat adiktif yang membahayakan generasi muda.

"Salah satu solusi yang disepakati adalah mempromosikan nilai moderasi dan membangun literasi di berbagai bidang dan aspek kehidupan sosial kemasyarakatan, serta mencegah merajalelanya hoaks, perundungan berbasis siber (cyber bullying), dan radikalisme. Di samping langkah pencegahan, forum juga menyampaikan perlunya mengambil langkah penindakan," tegas Deputi kepemudaan Kemenpora ini dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (19/5/2019).

Forum tersebut juga menilai pentingnya fokus kampanye mempromosikan literasi media untuk memerangi fakenews. Untuk membangun harmoni dan moderasi di kalangan kaum muda, Indonesia menyampaikan akan melaksanakan pertemuan pemuda antar agama melalui Asean Interfaith Youth Camp.

"Kemenpora siap memimpin kegiatan dialog pemuda antaragama untuk meningkatkan kesepahaman dan menimalkan kecurigaaan serta ketegangan karena perbedaan agama. Insya Allah dilaksanakan di Mataram Juni mendatang," ucap Niam.

Pertemuan Working Group on Culture of Prevention ini dilaksanakan untuk kedua kali sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat ASEAN yang damai, inklusif, tangguh, sehat, dan harmonis.

Dalam forum ASEAN Summit pada 2017 yang lalu, para pemimpinan negara ASEAN mengadopsi ASEAN Declaration of the Culture of Prevention (CoP) for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy, and Harmonious Society. Deklarasi ini menitikberatkan pada inisiatif pemegang kebijakan dan pendekatan partisipatif dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di ASEAN.

Hadir dalam pertemuan ini delegasi dari seluruh anggota ASEAN ditambah para chairman di lingkungan ASEAN, seperti SOMY, SOM-ED, SOMS, ACDM, ASOEN, COM, dan COCI. Delegasi dari Indonesia berasal dari Kemenlu yang dipimpin Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Riaz Saehu, Kemenpora yang dihadiri oleh Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh sebagai Ketua ASEAN SOMY serta Kemendikbud yang dihadiri Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid sebagai Ketua ASEAN COCI (Committe on Culture and Information).
(kri)
Berita Terkait
Ada di Luar Negeri UU...
Ada di Luar Negeri UU ITE Tetap Bisa Jerat Paul Zhang
Waspada, Provokasi SARA...
Waspada, Provokasi SARA di Medsos Kian Mengkhawatirkan
Jadi Tersangka Ujaran...
Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Peneliti BRIN Ditahan Bareskrim
Kasus Ujaran Kebencian,...
Kasus Ujaran Kebencian, Jaksa Tuntut Gus Nur 2 Tahun Penjara
MUI Kecam Keras Ujaran...
MUI Kecam Keras Ujaran Kebencian YouTuber Muhammad Kace
Tiba di Polda Jabar,...
Tiba di Polda Jabar, Begini Penampilan Habib Bahar Smith Sebelum Jalani Pemeriksaan
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved