Saat Ramadhan, Banyak Berdoa dan Merindukan Indonesia

Minggu, 12 Mei 2019 - 12:28 WIB
Saat Ramadhan, Banyak...
Saat Ramadhan, Banyak Berdoa dan Merindukan Indonesia
A A A
Masa kecil Shamsi ternyata tidak jauh berbeda dengan anak laki-laki kebanyakan yang hobi berkelahi.

“Kenakalan” itulah yang kemudian justru membuat sang imam besar masuk pesantren. “Hobi saya menjadi panglima perang pada gembala di kampung. Cita-cita saya ingin menjadi tentara,” kenang Shamsi.

Tidak terlintas sedikit pun di benak Shamsi untuk menjadi ulama seperti sekarang. Namun, takdir membawanya dari keluarga tani sederhana di sebuah kampung terpencil di Kecamatan Kajang, Sulawesi Selatan, menjadi tokoh Islam terkenal di Amerika Serikat.

Shamsi menikah pada usia 21 tahun dan sang istri saat itu masih 17 tahun. Saat ini mereka memiliki enam anak, yang semuanya lahir di luar Indonesia. Anak tertua lahir di Pakistan saat Shamsi masih menjadi mahasiswa.

Anak kedua di Arab Saudi sewaktu dia menjadi guru, sementara empat anak yang lain lahir di New York. Dari keenam anak ini, anak kelima Shamsi sekarang sedang menjalani program hafal Alquran. “Saya kira dia yang akan melanjutkan tugas saya sebagai imam,” ucapnya.

Saat Ramadhan, meskipun berkumpul dengan istri dan anak-anak, tetap ada rasa rindu yang dirasakannya terhadap Tanah Air. Shamsi mengaku, rindu makanan khas Indonesia. “Tapi, secara umum suasana Ramadhan di Indonesia berbeda dengan di AS.

Jadi rindu juga mendengar salawatan, azan, dan lain-lain,” ujar Dewan Penasihat Indonesian Muslim Society di Amerika Serikat, yang rutin ke masjid bersama keluarga serta mengikutsertakan anak-anaknya dalam kegiatan remaja dan pemuda masjid.

Kerinduan Shamsi terhadap Indonesia hanya bisa disampaikan melalui doa. Dia juga berdoa untuk bangsa ini yang pasca Pemilu lalu seperti menjadi terpecah-belah. Menurut dia, kebesaran bangsa ini tidak bisa dipisahkan dari kebesaran Islam.

Jadi, jangan pernah merendahkan agama dalam berbangsa dan bernegara. Apalagi mau dibenturkan.

“Setelah Pemilu ini, saya ingin berpesan agar dijaga amanah rakyat. Amanah itu termasuk menjaga hasil Pemilu yang jujur. Lalu, jika hasilnya sudah final, jaga kedamaian dan ketenteraman bangsa. Jangan mau dihasut untuk melakukan hal-hal yang dapat merusak bangsa ke depan,” kata Shamsi. (Ananda Nararya)
(nfl)
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved