Ma'ruf Amin: Sudah Diumumkan Baru Kita Lakukan Langkah Konkret
Kamis, 09 Mei 2019 - 21:42 WIB
Ma'ruf Amin: Sudah Diumumkan Baru Kita Lakukan Langkah Konkret
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin mengaku sudah tidak lagi menjadi anggota dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Namun saat bertemu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah rasanya seperti masih di dalam bagian lembaga tersebut.
"Karena itu, saya ingin bagaimana terus melakukan penguatan terhadap pancasila yang seutuh bangsa ini. Jangan sampai ada yang tidak punya komitmen untuk menjadikan pancasila sebagai dasar negara," ujar Ma'ruf di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019).
Untuk itu, calon pendamping Capres Joko Widodo itu berharap, semua pihak tetap dalam bingkai kontitusi, terlebih dalam menyikapi hasil Pileg dan Pilpres 2019. Kiai Ma'ruf berharap, semua pihak tetap dalam bingkai kontitusi.
"Kalau sampai keluar ini sangat berbahaya. Makanya itu saya mendorong bersama sama supaya kembali bekerja di jalur konstitusi. Ini berbahaya kalau ini dibiarkan, anarkis. Hal itu kira kira pembicaraan kita itu," kata Ma'ruf.
Saat ditanya tentang proses rekonsiliasi antar anak bangsa, Kiai Ma'ruf mengaku terus mengupayakan hal tersebut. Ia pun mengaku proses komunikasi terus dijalankan. Ketua Umum MUI itu mengaku sependapat dengan Megawati untuk menunggu sampai 22 Mei saat KPU mengumumkan hasil resminya.
"Tapi upaya-upaya ke arah itu kita tunggu setelah 22 Mei. Pada 22 Mei sudah diumumkan baru kita lakukan langkah-langkah konkret," ujarnya.
"Karena itu, saya ingin bagaimana terus melakukan penguatan terhadap pancasila yang seutuh bangsa ini. Jangan sampai ada yang tidak punya komitmen untuk menjadikan pancasila sebagai dasar negara," ujar Ma'ruf di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019).
Untuk itu, calon pendamping Capres Joko Widodo itu berharap, semua pihak tetap dalam bingkai kontitusi, terlebih dalam menyikapi hasil Pileg dan Pilpres 2019. Kiai Ma'ruf berharap, semua pihak tetap dalam bingkai kontitusi.
"Kalau sampai keluar ini sangat berbahaya. Makanya itu saya mendorong bersama sama supaya kembali bekerja di jalur konstitusi. Ini berbahaya kalau ini dibiarkan, anarkis. Hal itu kira kira pembicaraan kita itu," kata Ma'ruf.
Saat ditanya tentang proses rekonsiliasi antar anak bangsa, Kiai Ma'ruf mengaku terus mengupayakan hal tersebut. Ia pun mengaku proses komunikasi terus dijalankan. Ketua Umum MUI itu mengaku sependapat dengan Megawati untuk menunggu sampai 22 Mei saat KPU mengumumkan hasil resminya.
"Tapi upaya-upaya ke arah itu kita tunggu setelah 22 Mei. Pada 22 Mei sudah diumumkan baru kita lakukan langkah-langkah konkret," ujarnya.
(pur)