Warganet Ungkap Kekeliruan KPU: Jokowi Tambah 69 Suara, Prabowo Susut 53

Senin, 22 April 2019 - 12:42 WIB
Warganet Ungkap Kekeliruan...
Warganet Ungkap Kekeliruan KPU: Jokowi Tambah 69 Suara, Prabowo Susut 53
A A A
JAKARTA - Kekeliruan input data C1 menjadi pembicaraan di media sosial (medsos). Kali ini mengenai data C-1 di TPS 18, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Akun Instagram @jakarta.news menunjukkan adanya perbedaan jumlah antara form C1 dengan data di Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU.

Di form C1 yang ditunjukkanya, Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 61 suara. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno meraup 150 suara.

"Datanya beda sama C1!!, @kpu_ri cemana ni? Asik salah-salah terooossss," tulis pemilik akun tersebut.

Postingan ini menuai respons warganet. Ratusan komentar pun diberikan warganet."Tolong sampaikan ke KPI, kalau pegawainya ngantuk suruh instirahat dulu. Masak salah terus inputnya, " tulis pemilik akun @bangunsandhya.

SINDOnews pun mengecek https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/ pada Senin (22/4/2019) pukul 12.18 WIB. Dalam situs KPU, suara Jokowi-Ma'ruf meraih 130 suara, sementara Prabowo-Sandi 97.
Warganet Ungkap Kekeliruan KPU: Jokowi Tambah 69 Suara, Prabowo Susut 53

Jumlah penghitungan suara itu ternyata berbeda dengan form C1 yang sudah dipindai KPU yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf meraih 61 suara dan Prabowo-Sandi 150 suara.
Warganet Ungkap Kekeliruan KPU: Jokowi Tambah 69 Suara, Prabowo Susut 53

Mengenai persoalan mengenai kesalahan input data C1, belum lama ini diakui Ketua KPU Arif Budiman. Menurut dia, kesalahan terjadi akibat faktor kesalahan manusia atau human error. Penyebabnya, penyelenggara pemilu di tingkat daerah kelelahan setelah bekerja melebihi waktu yang wajar.

Arief menjelaskan, mayoritas pekerja KPU bekerja lebih dari 24 jam. Mereka, kata Arief, bekerja dimulai saat sebelum tempat pemungutan suara (TPS) dibuka hingga penghitungan suara usai. Alhasil kesalahan meng-input data tidak dapat dihindari.

"KPU kabupaten/kota itu sejak dimulai, sudah bekerja over time, mungkin petugas entry ini yang kita memang minta kalau bisa dalam waktu 1x24 jam selesai, kerja ngebut. Jadi tentu kita ada kelelahan," ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu 20 April 2019.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
Berita Terkini
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved