Soal Hasil Pilpres, Pengamat: Lebih Baik Adu Data Ketimbang Adu Massa

Minggu, 21 April 2019 - 12:11 WIB
Soal Hasil Pilpres,...
Soal Hasil Pilpres, Pengamat: Lebih Baik Adu Data Ketimbang Adu Massa
A A A
JAKARTA - Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman menyampaikan penilaiannya atas situasi terkini pasca pencoblosan Pemilu 17 April lalu. Ia melihat secara umum suasananya masih cukup kondusif dan positif.

Untuk menjaga situasi di Tanah Air tetap kondusif, Veri menyarankan kedua kubu capres agar lebih mengedepankan adu data ketimbang adu massa.

“Saya menangkap satu situasi yang sama, yakni mengikuti mengamati, mencermati dan menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU. Itu positif dan perdebatan yang diisi dengan adu data akan lebih baik ketimbang adu kekuatan massa," ujar Veri dalam rilisnya kepada media, Minggu (21/4/2019).

Dia mengakui banyak terjadi perdebatan atau adu argumen di sana sini, tetapi semua tertuju pada muara yang sama yakni agar data akhir hasil penghitungan di KPU benar sesuai fakta dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Jika semua pihak berhasil menjaga suasana kondusif ini sampai akhir, maka bangsa ini memang layak mendapat penghargaan tertinggi. Itu karena kita berhasil menyelenggarakan pemilu serentak yang rumit dan njelimet,” kata Veri.

Terkait persoalan hitung cepat (quick count) lembaga survei, ia menilai tidak perlu menjadi perdebatan panjang. Jika percaya silakan cek dan kaji atau perbandingkan satu sama lain. Jika tidak percaya juga tak masalah. Sebab quick count hanya instrumen untuk membantu publik mengetahui dengan cepat berapa raihan masing-masing kontestan.

Padangan Veri itu sudah disampaikan saat hadir sebagai nara sumber dalam ekspose data quick count Persepi di Hotel Morissey, Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019). (Baca juga: Jawab Tudingan Miring, Persepi: Quick Count Ilmiah dan Legal)

Menurut Direktur Konsepindo Reserach and Consulting ini, Indonesia sudah berpengalaman menggelar quick count. Dipercaya atau tidak dipercaya, semua berjalan normal saja. Hanya memang tak bisa dipungkiri, hasil quick count sering presisi dengan akhir penghitungan di KPU.

Quick count itu alat bantu saja, kita jadi bisa tahu dengan cepat hasil pemilu. Menunggu sampai selesai penghitungan di KPU butuh waktu lama sekali. Metode quick count bisa dipelajari dan proses serta datanya bisa diaudit. Quick count juga merupakan partisipasi publik dalam pemilu yang diakui undang-undang,” ujarnya.

Veri optimistis kedua kubu akan menerima hasil rekapitulasi KPU sebagai keputusan yang sah. Keberatan atau gugatan atas keputusan itu sudah disediakan jalurnya. Terlebih Capres 2019 merupakan Capres 2014 dimana keduanya berpengalaman menyukseskan penyelenggaraan pilpres dari awal sampai pelantikan.

Veri juga meyakini para tokoh peserta pilpres baik capres maupun cawapresnya adalah figur-figur negarawan yang menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompoknya.
(thm)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
Ini 7 Provinsi Lumbung...
Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
7 Provinsi yang Jadi...
7 Provinsi yang Jadi Lumbung Suara PKB pada Pemilu 2019, Nomor 6 di Papua
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
Puasa Setiap Hari Bisa...
Puasa Setiap Hari Bisa Bikin Suasana Hati Lebih Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved