Pengamat: Politik Identitas Tak Cocok dengan Karakter Indonesia

Senin, 08 April 2019 - 10:30 WIB
Pengamat: Politik Identitas...
Pengamat: Politik Identitas Tak Cocok dengan Karakter Indonesia
A A A
JAKARTA - Kampanye akbar yang dilakukan pasangan calon presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (7/4) menyisakan sejumlah tanda tanya bagi publik. Salah satunya, peristiwa salat subuh berjamaah yang bercampur aduk, antara laki-laki dan perempuan.

Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menilai, potret salat subuh berjamaah yang dilakukan Minggu (7/4), dimana bercampur antara laki-laki dan perempuan, sementara di sisi yang lain, kelompok mereka selalu gembar-gembor mengangkat kesucian Islam.

Menurutnya, dengan gambaran campur aduknya solat subuh itu justru mengafirmasi dugaan-dugaan bahwa berbagai kegiatan agama, simbol-simbol agama sangat melekat terlihat dan digunakan untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan.

“Sangat nampak digunakan untuk kepentingan politik dengan cara membangkitkan giroh agama. Artinya sahwat politik mereka lebih menonjol, akhirnya mereka tak memperdulikan salat campur aduk begitu, yang terjadi blunder sendiri,” kritik Karyono kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Ia mengingatkan, agar berbagai kelompok masyarakat untuk sadar dan tidak terpancing oleh kelompok petinggi partai yang seringkali menggunakan simbol agama mengutip quran dan hadis. Tetapi sejatinya ada kepentingan ekonomi politik dari simbol-simbol agama yang diusung.

“Jadi, dengan kejadian kemarin di GBK, jangan terjebak sentimen agama, yang selalu diusung oleh kelompok tertentu,” tegas Karyono.

Peristiwa kemarin, kata Karyono, seharusnya menjadi pembelajaran karena sudah nyata di negara ini agama hanya diperalat untuk kepentingan kekuasaan. Hal itu sudah diperlihatkan sebelumnya dengan aksi Reuni 212, yang sebelumnya tidak ada tujuan pemilu, tapi nyatanya sejumlah petinggi partai justru hadir dan memberikan dukungan kepada Prabowo.

Tokoh partai menggunakan simbol-simbol agama. Bahkan ada imbauan seperti dari Habib Rizieq agar memilih Prabowo. Hal itu jelas bermuatan politik.

“Apakah murni menegakkan Islam atau syahwat kekuasaan. Salat jamaah subuh kenapa harus diimbau, tanpa harus diimbau seharusnya sadar karena itu kewajiban. Ini semata karena ada momentum pilpres, ada kelompok ada yang mengkoordinir,” tegasnya.

Karyono melihat, ada persoalan parah, yakni rendahnya literasi keagamaan masyarakat sehingga mudah diajak untuk kepentingan politik. Literasi tentang kedalaman agama. Tentang agama Islam dan sejarah Islam. Karena literasi dan referensi kurang, maka mereka membela tanpa mengetahui tujuan yang sesungguhnya.

Artinya tidak bisa membedakan mana ajaran Islam, mana politik Islam, mana Islam politik. “Oleh karena itu, alim ulama, ustaz, intelektual harus memberikan pemahaman yang benar, mengajarkan ajaran Islam yang rahmatan lilalamin. Mereka harus turun gunung, agar masyarakat mengetahui. Itu penting, sehingga tidak menjadi korban bagi kelompok yang sekadar gunakan agama menjadi simbol, demi kepetingan kekuasaan politik,” tandas Karyono.
(pur)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
Boyamin Saiman Dukung...
Boyamin Saiman Dukung Kasus Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Diambil Kejagung: Tak Ada Lagi Kesan Saling Buka Borok
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved