Kebijakan Pemerintah Jokowi Dinilai Berefek Nyata

Selasa, 19 Maret 2019 - 20:59 WIB
Kebijakan Pemerintah...
Kebijakan Pemerintah Jokowi Dinilai Berefek Nyata
A A A
JAKARTA - Selama empat tahun, Pemerintah Joko Widodo dinilai telah menggulirkan banyak kebijakan yang mempunyai efek sosial dan ekonomi nyata yang dirasakan oleh masyarakat banyak.

Pada periode berikutnya, 2019-2024, jika dipercaya kembali, Jokowi berencana menjalankan program "Indonesia Maju" yang memprioritaskan pembangunan manusia, daya saing ekonomi, seni dan budaya, supremasi hukum, pertahanan, dan keamanan. Program ini meneruskan berbagai capaian yang telah berhasil ditorehkan pemerintah selama ini.

Kendati ada beberapa target yang belum dicapai, pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih berbagai kemajuan telah terlihat nyata dan patut mendapat apresiasi.

Bahkan, Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen itu menilai keberhasilan pemerintah menurunkan tingkat pengangguran hingga 5,3% mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, yakni di angka 4-5% merupakan suatu prestasi positif.

“Dalam hal ketenagakerjaan sudah mulai dekat dengan target,” katanya, Selasa (19/3/2019) di Jakarta.

Dia menambahkan keberhasilan pemerintah menurunkan rasio tingkat kemiskinan dari double digit menjadi 9,82 persen total populasi Indonesia juga patut diapresiasi.

“Jika kita melihat dalam dua tahun belakangan ini anggaran untuk bantuan sosial meningkat dari Rp138 triliun ke Rp180 triliun. Naiknya hampir Rp40 triliun, ini cukup membantu mengurangi kemiskinan. Jadi harus dilanjutkan,” lanjutnya.

Mengenai target menurunkan ketimpangan ekonomi yang masih dinilai cukup berat, Lana mengatakan Indonesia perlu adanya kesinambungan kebijakan ekonomi jangka panjang yang disepakati pemimpin negara dari satu rezim ke rezim lainya.

“Khusus target Rasio Gini, dalam waktu dua tahun memang hanya turun 0,3 persen. Memang tidak mudah mengatur ketimpangan karena ketimpangan seperti gini koifisien itu terkait dengan tingkat pendapatan orang paling kaya dan tingkat pendapatan orang paling bawah. Ya kalau yang paling kaya makin kaya dengan cepat, yang paling bawah susah untuk mengejar. Disitu diluar kontrol pemerintah,” ujarnya.

Lana juga memuji program tiga kartu sakti Jokowi, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Keberadaan tiga kartu tersebut menurut BPS cukup membantu mengurangi tingkat kemiskinan,

“Perbaikan secara terus menerus harus dilakukan. Mungkin di masa mendatang, bansos tidak sekadar kasih uang tunai, tapi juga sebagai kail untuk menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan. Sekarang juga sudah bergulir dengan dana desa, itu pun juga meningkatkan ketenagakerjaan di pedesaan. Jangan sampai program ini terhenti,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved