62.300 Orang Daftar Pendamping Program Keluarga Harapan

Rabu, 13 Maret 2019 - 17:22 WIB
62.300 Orang Daftar...
62.300 Orang Daftar Pendamping Program Keluarga Harapan
A A A
BEKASI - Kementerian Sosial (Kemensos) membuka rekrutmen calon pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di 10 provinsi.

Rekrutmen dibuka setelah sekitar 959 pendamping PKH mengundurkan diri karena diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 lalu, sementara sisanya jadi calon anggota legislatif.

"Kita tengah rekrutmen dan menyeleksi sumber daya manusia untuk mengganti posisi pendamping sosial yang mengundurkan diri," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat saat meninjau proses uji kompetensi bidang peserta pendamping sosial di Hotel Aston, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/3/2019).

Saat ini, kata dia, Kemensos menggelar uji kompetensi bidang kepada para peserta secara serentak di 10 provinsi. Apalagi, jumlah pendaftar mencapai 62.300 peserta dan mereka melakukan pendaftaran secara online untuk menunjukkan proses rekrutmen bersifat transparan.

Dari 62.300 orang yang melamar, kata dia, hanya 2.015 yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, nilai akademik dan sebagainya. Sebanyak 2.015 orang tersebut memperebutkan posisi 959 pendamping sosial di 10 provinsi. Sementara untuk jumlah peserta di Kota Bekasi ini, terdapat 10 107 orang mengikuti seleksi.

Mereka berasal dari Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kabupaten Karawang. Untuk itu Kemensos menargetkan pada Jumat 22 Maret mendatang, peserta yang lolos seleksi sudah bisa bertugas.

"Tugas sebagai pendamping PKH tidak mudah, karena sangat membutuhkan dedikasi sangat tinggi," tandasnya.

Pendamping dan operator PKH merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan PKH dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga yang sangat miskin menjadi keluarga sejahtera dan produktif.

Pendamping memiliki posisi strategis menjadi center of excellence (titik keberhasilan) penanggulangan kemiskinan dalam program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

"Tantangan terbesar buat pendamping adalah memastikan seluruh penerima PKH dapat mengakses PBI-JKN, KIP, Rastra, dan menerima bantuan sosial secara nontunai melalui tabungan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kinerja Kemensos Dinilai...
Kinerja Kemensos Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Benar
Hari Pahlawan, Kemensos...
Hari Pahlawan, Kemensos Silaturahmi dan Beri Tunjangan Kehormatan
Peluncuran Program Pejuang...
Peluncuran Program Pejuang Muda Kemensos
Kemensos Dinilai Mampu...
Kemensos Dinilai Mampu Bekerja dengan Baik di Tengah Pandemi
Dikurung Selama 12 Tahun,...
Dikurung Selama 12 Tahun, Perempuan ODGJ di Indramayu Dapat Perhatian Kemensos
Gedung Kementerian Sosial...
Gedung Kementerian Sosial di Salemba Raya Terbakar
Berita Terkini
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved