Carut Marut Masalah Lapas Dinilai karena Pengawasan Lemah

Rabu, 27 Februari 2019 - 16:23 WIB
Carut Marut Masalah...
Carut Marut Masalah Lapas Dinilai karena Pengawasan Lemah
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami dinilai perlu melakukan pengawasan lebih ketat di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terkait gerakan memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, Dirjen PAS sejauh kurang bisa mengimbangi gerakan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Polri dan Bea Cukai yang proaktif menanggulangi peredaran narkoba.

"Persoalannya itu pengawasan di lapas yang lemah. Karena selama ini lebih bersifat elitis, bukan orang yang punya kompetensi di situ," kata Trubus, Rabu (27/2/2019).

Trubus menilai, temuan ponsel yang memudahkan napi narkoba memesan barang haram adalah bukti kelalaian. Bahkan, Trubus menduga terjadi transaksi di Lapas sehingga napi narkoba bisa memiliki sel yang istimewa.

Lebih lanjut kata Trubus, Dirjen PAS juga dianggap hanya memberikan sanksi administrasi kepada sipir-sipir yang bermasalah seperti menerima suap. Sipir-sipir yang bermasalah bukannya diseret dalam hukum pidana, tetapi hanya dipindahkan ke Lapas yang lain.

"Cenderung ke administrasi. Jadi dia hanya dimutasi dipindahkan tempat lain. Jadi persoalan juga oknum-oknum sipir setor, terima suap. Itu jadi sumber masalah," kata dia.

(Baca juga: Bersihkan Lapas dari Narkoba, Ini yang Akan Dilakukan Ditjen Pas)

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini Trubus menyarankan pemerintah untuk mengamati kinerja Dirjen PAS untuk merevitalisasi lapas.

"Selama ini posisi Dirjen PAS itu selalu penunjukan menteri. Kepentingan menteri itu banyakan rekomendasi orang-orang partai, bukan profesional. Jadi itu menurut saya efektif pemimpin yang menjiwai, menyelesaikan persoalan ini," ucapnya.

Solusi jangka pendek selanjutnya adalah dengan merotasi sipir-sipir setiap enam bulan. Dia menilai sipir-sipir yang sudah menahun cenderung memiliki hubungan emosional dengan napi.

Kemudian untuk jangka panjang, Trubus menyarankan Direktorat Jenderal PAS dipisahkan dari Kemenkumham dan menjadi setingkat kementerian. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan kerja sama antarsektoral seperti BNN, Polri dan TNI.

"Jadi lebih ditangani secara spesifik. Ini melintasi departemen-departemen lain. Ditjen PAS, TNI, Polri, BNN, bisa diawasi dan ditangani secara baik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pastikan Layanan Maksimal,...
Pastikan Layanan Maksimal, Karutan Kelas I Jakpus Terjun Langsung
Carut Marut Pengelolaan...
Carut Marut Pengelolaan Keuangan Arsenal
58 Warga Penghuni Lapas...
58 Warga Penghuni Lapas dan Rutan di Sulsel dapat Remisi Nyepi
Kemenkumham Sulbar Minta...
Kemenkumham Sulbar Minta Lapas Tingkatkan Kemampuan Kewirausahaan para Narapidana
Napi Meninggal di Rutan,...
Napi Meninggal di Rutan, Polda Kepri: Ada Tanda-tanda Kekerasan
Sabu Dikendalikan dari...
Sabu Dikendalikan dari Cipinang, Pengawasan Lapas dan Rutan Dinilai Lemah
Berita Terkini
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Infografis
Ibtihal Aboussad Dipecat...
Ibtihal Aboussad Dipecat Microsoft karena Menentang Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved