Kondisi Pertanian Melorot, Pemuda Tani Tegaskan Dukung Prabowo-Sandi
Rabu, 13 Februari 2019 - 21:37 WIB
Kondisi Pertanian Melorot, Pemuda Tani Tegaskan Dukung Prabowo-Sandi
A
A
A
JAKARTA - Pemuda Tani Indonesia menegaskan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga karena beberapa hal.
Dukungan ini disampikan saat menggelar Rapat Pimpinan Nasional dengan menghadirkan ratusan pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Jakarta.
Dalam Rapimnas selain membahas evaluasi program kerja organisasi dan konsolidasi penguatan internal juga membahas kondisi pertanian Indonesia saat ini.
Pemuda Tani Indonesia banyak menangkap poin-poin kekecewaan dari peserta rapat terkait kondisi pertanian saat ini akibat kebijakan dan janji-janji yang tidak terealisasi.
"Misalya saja janji mewujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria tidak teralisasi, Janji tidak impor pangan diingkari, janji mensejahterkan petani tidak tercapai dan yang paling utama adalah pelanggaran dalam UU Pangan karena tidak membentuk kelembagaan pangan nasional," kata Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Fary Djemy Franscis, Rabu (13/2/2019).
Atas dasar itulah Pemuda Tani Indonesia menganggap Indonesia perlu pemimpin baru, yang pro petani. "Maka dari itu dengan tegas Pemuda Tani Indonesia menyatakan sikap mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang mempunyai komitmen tinggi dalam membangun pertanian Indonesia," sebutnya.
Hadir juga Fadli Zon selaku Ketua Umum HKTI sekaligus Ketua Dewan Penasihat Pemuda Tani Indonesia. Dalam orasinya Fadli sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena pemuda tani dianggap responsif atas kondisi pertanian Indonesia yang memprihatinkan. Menurutnya hal pertama dalam memakmurkan rakyat adalah dengan memakmurkan petani dan itu harus tercermin dalam kebijakan.
Dukungan ini disampikan saat menggelar Rapat Pimpinan Nasional dengan menghadirkan ratusan pengurus pusat dan daerah dari seluruh Indonesia di Jakarta.
Dalam Rapimnas selain membahas evaluasi program kerja organisasi dan konsolidasi penguatan internal juga membahas kondisi pertanian Indonesia saat ini.
Pemuda Tani Indonesia banyak menangkap poin-poin kekecewaan dari peserta rapat terkait kondisi pertanian saat ini akibat kebijakan dan janji-janji yang tidak terealisasi.
"Misalya saja janji mewujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria tidak teralisasi, Janji tidak impor pangan diingkari, janji mensejahterkan petani tidak tercapai dan yang paling utama adalah pelanggaran dalam UU Pangan karena tidak membentuk kelembagaan pangan nasional," kata Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia Fary Djemy Franscis, Rabu (13/2/2019).
Atas dasar itulah Pemuda Tani Indonesia menganggap Indonesia perlu pemimpin baru, yang pro petani. "Maka dari itu dengan tegas Pemuda Tani Indonesia menyatakan sikap mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang mempunyai komitmen tinggi dalam membangun pertanian Indonesia," sebutnya.
Hadir juga Fadli Zon selaku Ketua Umum HKTI sekaligus Ketua Dewan Penasihat Pemuda Tani Indonesia. Dalam orasinya Fadli sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena pemuda tani dianggap responsif atas kondisi pertanian Indonesia yang memprihatinkan. Menurutnya hal pertama dalam memakmurkan rakyat adalah dengan memakmurkan petani dan itu harus tercermin dalam kebijakan.
(vhs)