Diterpa Isu Perpecahan, Lemkapi Melihat Internal Polri Sangat Solid
Jum'at, 25 Januari 2019 - 13:28 WIB
Diterpa Isu Perpecahan, Lemkapi Melihat Internal Polri Sangat Solid
A
A
A
JAKARTA - Informasi perpecahan atau friksi di internal Polri adalah hoaks. Bahkan belakangan ini, Polri sangat solid di bawah komando Jenderal Polisi Tito Karnavian.
"Isu perpecahan di tubuh Polri hanya ingin mengandu domba dan membuat gaduh. Kami melihatnya internal Polri sampai hari ini sangat solid," kata Direktur Eksekutif Lembaga kajian strategis kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan dalam keterangan, Jumat (25/1/2019).
Mantan anggota Kompolnas ini pun meminta pihak lain tidak menyebar isu yang meresahkan masyarakat karena bisa mengganggu soliditas Polri. Apalagi saat ini tahun politik, yang bisa dimanfaatkan untuk komoditas politik. "Jangan sampai isu ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ujarnya. (Baca juga: Kapolri Tunjuk Irjen Idham Azis Jabat Kabareskrim )
Staf pengajar Ilmu Hukum Universitas Suryadarma Jakarta ini menjelaskan, dalam tiga tahun belakangan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik. Hasil penelitian Lemkapi pada akhir 2018 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berada di angka 82,3%. "Salah satu alasan masyarakat percaya kepada polisi karena sangat solid," terangnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memutasi sejumlah perwira tinggi dari jabatannya. Mutasi ini lalu dikaitkan dengan perpecahan di tubuh Polri. Tito sendiri membantah mutasi tidak ada kaitannya dengan perpecahan atau friksi di internal Polri.
“Saya ingin menekankan pergantian pejabat. Tidak ada kaitannya dengan faksi-fraksi, friksi-friksi di internal Polri, tidak. Polri tetap solid,” ujar Tito saat membacakan amanah di upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat teras Polri di ruang Rupatama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Kamis, (24/1/2019).
Tito menuturkan, dalam organisasi merupakan hal yang lumrah bila terjadi perbedaan. "Sangat bisa terjadi perbedaan, dalam satu keluargapun bisa terjadi perbedaan. Tapi tidak menimbulkan dampak destruktif,” tuturnya.
"Isu perpecahan di tubuh Polri hanya ingin mengandu domba dan membuat gaduh. Kami melihatnya internal Polri sampai hari ini sangat solid," kata Direktur Eksekutif Lembaga kajian strategis kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan dalam keterangan, Jumat (25/1/2019).
Mantan anggota Kompolnas ini pun meminta pihak lain tidak menyebar isu yang meresahkan masyarakat karena bisa mengganggu soliditas Polri. Apalagi saat ini tahun politik, yang bisa dimanfaatkan untuk komoditas politik. "Jangan sampai isu ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ujarnya. (Baca juga: Kapolri Tunjuk Irjen Idham Azis Jabat Kabareskrim )
Staf pengajar Ilmu Hukum Universitas Suryadarma Jakarta ini menjelaskan, dalam tiga tahun belakangan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik. Hasil penelitian Lemkapi pada akhir 2018 menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berada di angka 82,3%. "Salah satu alasan masyarakat percaya kepada polisi karena sangat solid," terangnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memutasi sejumlah perwira tinggi dari jabatannya. Mutasi ini lalu dikaitkan dengan perpecahan di tubuh Polri. Tito sendiri membantah mutasi tidak ada kaitannya dengan perpecahan atau friksi di internal Polri.
“Saya ingin menekankan pergantian pejabat. Tidak ada kaitannya dengan faksi-fraksi, friksi-friksi di internal Polri, tidak. Polri tetap solid,” ujar Tito saat membacakan amanah di upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat teras Polri di ruang Rupatama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Kamis, (24/1/2019).
Tito menuturkan, dalam organisasi merupakan hal yang lumrah bila terjadi perbedaan. "Sangat bisa terjadi perbedaan, dalam satu keluargapun bisa terjadi perbedaan. Tapi tidak menimbulkan dampak destruktif,” tuturnya.
(poe)