Presiden Minta Penggunaan Dana PKH untuk Tiga Prioritas

Minggu, 20 Januari 2019 - 17:16 WIB
Presiden Minta Penggunaan...
Presiden Minta Penggunaan Dana PKH untuk Tiga Prioritas
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengingatkan agar keluarga penerima manfat (KPM) menggunakan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) sesuai ketentuan. Setidaknya terdapat tiga prioritas penggunaan PKH yakni pendidikan anak, kesehatan-gizi anak dan peningkatan perekonomian keluarga.

“Yang paling penting mengambil dana PKH itu diatur. Jangan sampai tergesa-gesa mengambil dan dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Hati-hati," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Minggu (20/1/2019).

Jokowi mengatakan, pendidikan untuk anak memang harus diprioritas. Hal inilah yang membuat salah komponen besaran PKH adalah keberadaan anak sekolah dalam KPM. Misalnya saja untuk SD/Sederajat Rp900.000, SMP/Sederajat Rp1.500.000, SMA/Sederajat Rp2.000.000.

"Kepentingan anak-anak kita untuk bersekolah mendapatkan pendidikan itu harus dinomorsatukan. Karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa prioritas lain adalah menjaga kesehatan dan gizi anak Indonesia. Dalam hal ini pemerintah pun menambahkan dua komponen dalam pemberian bansos PKH yakni ibu hamil Rp2.400.000 dan anak usia dini 0-6 tahun Rp2.400.000.

"Negara ini membutuhkan anak-anak yang pintar, negara ini membutuhkan anak-anak yang cerdas, negara ini membutuhkan anak-anak yang sehat," ucapnya.

Selain itu, Presiden juga berharap dana bantuan PKH dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan wirausaha di rumah masing-masing.

"Tadi dipakai misalnya untuk modal jualan kelontong di rumahnya, dipakai untuk jualan nasi uduk di rumahnya. Engga apa, karena itu akan lebih lestari dan memberikan manfaat yang rutin kepada keluarga kita," ujarnya.

Jokowi mengatakan pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk PKH. Dia berharap peningkatan ini mampu mengurangi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia.

"Negara sekarang ini sedang berperang dengan kesenjangan dan ketimpangan. PKH ini kita harapkan nanti akan mengurangi itu sehingga kita harapkan keluarga-keluarga prasejahtera semakin hari semakin tidak ada karena keluarga sudah bisa mandiri dan anak-anaknya juga sudah sekolah semua," ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Kunjungan...
Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Italia, Inggris Raya, dan UEA
Kunjungan Presiden Jokowi...
Kunjungan Presiden Jokowi di Bandung
Jokowi Sebut Kunjungannya...
Jokowi Sebut Kunjungannya Wujud Kepedulian Indonesia, Presiden Ukraina: Terima Kasih!
Akhiri Kunjungan Kerja...
Akhiri Kunjungan Kerja di UEA, Presiden Jokowi Kembali ke Tanah Air
Usai Tak Menjabat Presiden,...
Usai Tak Menjabat Presiden, Jokowi Ngaku Ingin Jadi Rakyat Biasa Kembali ke Solo
Tiba di Banggai, Jokowi...
Tiba di Banggai, Jokowi Disambut Meriah Ketua Adat dan Masyarakat
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved