Jumlah Kendaraan Naik, Angka Kecelakaan 2018 Turun 30%

Sabtu, 05 Januari 2019 - 06:24 WIB
Jumlah Kendaraan Naik,...
Jumlah Kendaraan Naik, Angka Kecelakaan 2018 Turun 30%
A A A
JAKARTA - Korlantas Polri melakukan analisis dan evaluasi pada Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2018 ini. Hasilnya jumlah kecelakaan mengalami penurunan 30% pada 2018 ini bila dibandingkan dengan 2017.

"Jumlah kecelakaan pada Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2018 bila dibandingkan dengan tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 292 kasus atau 30%-nya," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri kepada wartawan kemarin.

Adapun perinciannya, menurut dia, jumlah kecelakaan pada 2018 ada 673 kejadian dan pada 2017 ada 965 kejadian. Jumlah korban meninggal pada 2018 ada 176 orang dan pada 2017 ada 250 orang. Lalu jumlah korban luka berat pada 2018 ada 150 orang dan pada 2017 ada 232 orang.

Adapun jumlah korban luka ringan pada 2018 ada 813 orang dan pada 2017 ada 1.139 orang. Dari sisi kerugian materiil, pada 2018 mencapai Rp1 miliar dan pada 2017 mencapai Rp3 miliar. "Kendaraan yang terlibat kecelakaan pada 2018 paling banyak motor ada 789, angkutan umum 182, bus 26, dan mobil barang 179 dengan total 1.174 kendaraan," tuturnya.

Andri mengungkapkan, pada 2017 total ada 1.743 kendaraan yang terlibat kecelakaan, paling banyak motor 1.180, angkutan umum ada 299, bus ada 41, dan mobil barang ada 223. Dari sisi profesi korban yang terlibat kecelakaan pada 2018 paling banyak karyawan atau swasta 328 dan pelajar atau mahasiswa 216, disusul PNS, sopir, TNI, Polri, dan profesi lainnya dengan total korban 1.136.

Adapun pada 2017 paling banyak karyawan atau swasta 648, pelajar atau mahasiswa 425, sopir 102, disusul PNS, TNI, Polri, dan profesi lain dengan total korban 2.454. Lalu dari sisi usia korban pada 2018 paling banyak pada usia 60 tahun ke atas sebanyak 310 korban, 16–20 tahunan ada 140 korban, dan usia 21–25 tahunan ada 125 korban.

"Pada 2017 paling banyak korban pada usia 60 tahun ke atas sebanyak 856 korban, 16–20 tahunan ada 285 korban, dan 21–25 tahunan ada 266 korban," imbuhnya.

Dari sisi pelaku yang terlibat kecelakaan pada 2018 total ada 558, paling banyak karyawan atau swasta 174, dan pelajar atau mahasiswa 62. Pada 2017 total ada 951 pelaku, paling banyak karyawan atau swasta 227 dan mahasiswa atau pelajar 121.

Dari sisi usia pelaku pada 2018 paling banyak 60 tahun ke atas 174, 21–25 tahunan ada 61, usia 16–20 tahunan 49, usia 26–30 tahunan ada 51. Adapun pada 2017 paling banyak usia 60 tahun ke atas ada 462, 21–25 tahun ada 107, dan 16–20 tahun ada 83.

"Penyebab penurunan kecelakaan lantas terjadi karena kesiapsiagaan anggota di lapangan dalam menjaga daerah-daerah rawan kecelakaan dan optimalisasi pos-pos PAM dan pos yan sepanjang jalur mudik, baik pada ruas tertentu sepanjang tol maupun jalan alteri," paparnya.

Selain itu, menurut Andri, sosialisasi kepada para pemudik agar berhati-hati dalam perjalanan juga dilakukan dengan memanfaatkan media. Sarana dan prasarana jalan juga semakin lebih baik pada jalan tol dan nontol atau arteri.

"Kita juga melakukan pengecekan gabungan bus-bus angkutan umum serta wisata (ramp check), baik dari sisi kelaikan kendaraan maupun kesehatan pengemudinya. Lalu penindakan dengan mitra kerja terkait utamanya pelanggaran over-dimention & over-load," jelasnya.

Dari situ dapat dilihat pula bahwa masyarakat secara umum telah sadar akan keselamatan dalam berlalu lintas dan patuh pada peraturan lalu lintas. Pasalnya jumlah kendaraan bertambah, tapi angka kecelakaan menurun.

"Jumlah pelanggaran pada Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2018 dibandingkan tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 288 perkara atau 0,3%," ujar Andri.

Menurutnya, penurunan jumlah pelanggaran itu bisa dilihat dari jumlah pelanggaran yang ditindak dengan tilang. Pada 2018, sebanyak 44.168 kendaraan ditilang dan 2017 sebanyak 45.208 kendaraan ditilang. Adapun jumlah teguran pada 2018 ini ada 46.726 dan 2017 45.974 kendaraan.

Totalnya pada 2018 ada 90.894 yang ditindak dan 2017 ada 91,182 kendaraan. "Kendaraan yang ditindak di tahun 2018 totalnya ada 44.715 kendaraan, paling banyak motor dengan jumlah 36.832, angkutan umum 4.817, dan mobil barang 2.537," tuturnya.

Adapun pada 2017 totalnya ada 45.567 kendaraan yang ditindakdengan perincian paling banyak motor ada 36.201, angkutan umum ada 5.702, dan mobil barang ada 2.924 kendaraan.

Lalu paling banyak jenis pelanggarannya tak pakai helm, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, terpengaruh alkohol, di bawah umur, dan tak pakai sabuk pengaman. Adapun rata-rata pelanggar terbanyak berusia 16–35 tahunan. Turunnya jumlah pelanggaran dalam operasi itu terjadi karena sejumlah indikasi.

"Salah satunya personel lalu lintas semakin giat dan cermat dalam menentukan pelanggaran yang dapat menimbulkan kecelakaan. hal ini berkontribusi penuh sehingga dapat menekan angka kecelakaan, terutama kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban fatalitas (meninggal dunia)," katanya
(don)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved