LSI: 52% Responden Menilai Korupsi Meningkat

Senin, 10 Desember 2018 - 13:59 WIB
LSI: 52% Responden Menilai...
LSI: 52% Responden Menilai Korupsi Meningkat
A A A
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil survei mengenai tren persepsi publik tentang korupsi di Indonesia di era Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Berdasarkan hasil survei terhadap 2.000 orang dalam kurun waktu 8-24 Oktober 2018, mayoritas responden menganggap tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi.

"Sebanyak 52 persen responden menilai tingkat korupsi meningkat pada tahun ini. Tetapi, kalau kita bandingkan, tren mereka yang mengatakan meningkat, itu trennya menurun dibanding dua tahun lalu," kata peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi, di Hotel Akmani, Menteng Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Secara umum, kata Burhanuddin, hasil survei bulan Oktober lalu menunjukan sebanyak 24% responden menilai perilaku koruptif elite politik dan pemerintahan masih tinggi. Sedangkan sebanyak 21% menilai turun.

Kemudian sebanyak 3% responden mengaku tidak tahu mengenai perilaku koruptif elite politik dan aparat pemerintahan.

Survei ini diperoleh dengan cara menyodorkan pertanyaanapakah merupakan hal wajar atau tidak wajar bagi masyarakat memberikan uang, barang, hiburan, hadiah di luar persyaratan untuk memperlancar suatu proses atau sebagai bentuk terima kasih ketika berhubungan dengan instansi pemerintahan.

Burhanuddin pun menunjukan data yang diambilnya di tahun 2016 lalu. Publik yang menilai wajar pemberian suap dan gratifikasi sebesar 30%. Kemudian di tahun 2017 publik yang menilai wajar turun 26%. Adapun di tahun 2018 kembali meningkat menjadi 34%.

"Saya sampaikan dua data. Ini sebagai upaya bersama sebagai bangsa karena bagaimanapun korupsi adalah musuh bersama," tuturnya.

Survei LSI dan ICW dilaksanakan pada 8-24 Oktober 2018 dengan melibatkan 2.000 responden melalui wawancara tatap muka.

Responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage Random Sampling. Adapun margin of error sekitar plus minus 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(dam)
Berita Terkait
Survei Ungkap Pentingnya...
Survei Ungkap Pentingnya Sentuhan Manusia di Era Adopsi AI oleh Brand di Indonesia
Laboratorium Psikologi...
Laboratorium Psikologi Politik UI Rilis Survei Nasional, Polarisasi Politik Di Indonesia: Mitos Atau Fakta
Rilis Survei ARSC: Titik...
Rilis Survei ARSC: Titik Tengah Demokrasi Indonesia Menuju Pemilu 2024
Hasil Survei ASI, Elektabilitas...
Hasil Survei ASI, Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Kejar-kejaran di Basis NU Jawa Timur
Gibran jadi Kandidat...
Gibran jadi Kandidat Cawapres Paling Populer Versi Survei LSI Denny JA
Survei Indikator: Erick...
Survei Indikator: Erick Thohir Cawapres dengan Tingkat Elektabilitas Paling Stabil Tumbuh Positif
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved