Pesawat Tempur Korea-RI Lampaui F-18 dan Eurofighter

Senin, 10 Desember 2018 - 08:30 WIB
Pesawat Tempur Korea-RI...
Pesawat Tempur Korea-RI Lampaui F-18 dan Eurofighter
A A A
JAKARTA - Pesawat tempur KFX/IFX yang dikembangkan Indonesia bersama dengan Korea Selatan (Korsel) terus mengalami kemajuan. Pesawat multirole generasi 4,5 ini dipastikan memiliki kemampuan melebihi pesawat tempur Eurofigter buatan Inggris dan F-18 buatan Amerika Serikat (AS).

”Pesawat ini memiliki deterrent Effect yang besar di kawasan. Melebihi Eurofighter dan F-18. Ini investasi masa depan,” ucap Kepala Program KFX/IFX Heri Yansyah di Jakarta baru-baru ini.

Menurut dia, pesawat yang dikembangkan sejak 2011 ini sudah memasuki tahap detail design setelah sebelumnya Preliminary Design Review (PDR) yakni, penentuan konfigurasi akhir pesawat tempur.

”Jadi semua sudah fix. Kalau ada perubahan itu hanya yang kecil-kecil. Secara keseluruhan pembuatan pesawat tempur ini sudah mencapai 20%,” katanya.

Dia mengaku, hingga kini tidak ada kendala dalam pembuatan pesawat tempur tersebut. Semuanya berjalan sesuai dengan tahapan dan porsinya masing-masing. Korea Aerospace Industries (KAI) berkontribusi 80% sedangkan PT Dirgantara Indonesia (DI) 20% dalam penyediaan komponennya.

”Kita saat membuat komponen itu sesuai dengan share porsi 80:20. Artinya, setiap produksi KFX/IFX baik di Korea maupun di Indonesia, ada komponen yang dibuat PT DI sebesar 20%. Apa saja? Ada sayap, ekor dan sebagainya. Sebetulnya, Indonesia kalau memiliki kualifikasi yang bagus mungkin bisa lebih dari 20%,” katanya.

Disinggung soal komponen radar yang masih terkendala pengadaannya, Heri mengakui hal itu tidak menjadi masalah karena pihak KAI berencana mencari penyedia radar dari negara-negara Eropa seperti Italia dan Inggris. Heri juga tidak mempermasalahkan, anggapan bahwa pesawat tempur ini akan ketinggalan dalam hal teknologi.

”Sekarang kan kita pada tahap generasi 4,5. Pada 2026, pesawat tempur sudah generasi 5 tapi kan kita sudah melakukan loncatan teknologi ke level yang lebih tinggi, dari pada kita tidak punya kemampuan sama sekali,” katanya.

Jika tidak ada kendala, kata dia, pesawat tempur tersebut akan mulai diproduksi massal pada 2026 karena sudah mendapatkan sertifikasi. ”Jadi beberapa komponen akan diproduksi oleh pihak lain termasuk engine (mesin) dan avioniknya. Mesinkita gunakan F414 buatan Amerika. Navigasi diproduksi oleh pihak lain yang diintegrasikan ke dalam pessawat ini,” katanya.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Marsekal Pertama TNI Gita Amperiawan mengatakan, pesawat tempur KFX/IFX adalah pesawat tempur multirole kelas menengah generasi 4,5 yang didesain canggih secara aerodinamis dan memiliki kemampuan manuver yang tinggi.

Pesawat ini dirancang menggantikan armada tempur Republic of Korea Air Force atau Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dan TNI Angkatan Udara (AU).

”Beberapa keunggulan yang dimiliki pesawat tempur KFX/IFX, di antaranya semi-stealth, semi conformal missile launcher, advanced avionics, dan air refueling,” katanya.

Meski dikerjakan bersama dengan KAI, namun pembuatan pesawat ini disesuaikan dengan kebutuhan TNI AU sebagai pengguna. Rencananya, TNI AU membeli pesawat ini untuk tiga skadron atau 48 unit pesawat.

”Berbeda dengan Korea, untuk kebutuhan TNI AU pesawat ini akan dilengkapi dengan drag chute atau payung parasut dan external fuel atau tanki eksternal,” katanya.

Kepala Puslitbang Iptekhan Kementerian Pertahanan Bambang Wijanarko mengatakan, dalam Nawacita disebutkan bahwa pentingnya kemandirian dalam membuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) salah satunya adalah pesawat tempur.(Sucipto)
(nfl)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved