Pemerintah Fasilitasi Kepala Desa Studi Banding ke Luar Negeri

Jum'at, 30 November 2018 - 10:31 WIB
Pemerintah Fasilitasi...
Pemerintah Fasilitasi Kepala Desa Studi Banding ke Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Pemerintah pada tahun depan akan memfasilitasi kepala desa, perangkat dan pendamping desa studi banding dan belajar ke luar negeri. Dengan studi banding, kepala desa mendapatkan wawasan luas untuk membangun desanya.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, tahun depan pemerintah akan sangat fokus untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga berefek terhadap kepala desa, perangkat dan pendamping desa.

Mendes menjelaskan, ketiganya pada tahun depan akan difasilitasi pemerintah untuk studi banding ke luar negeri. "Kita melihat itu bisa membuka visi. Studi banding ini agar mereka bisa belajar ke luar negeri di negara yang lebih maju agar membuka cakrawala dan wawasan," tutur Eko usai membuka Simposium Desa Menjemput Asa dan Deklarasi Program Literasi Desa, Deklarasi Program Desa Bebas Narkoba, Peluncuran Majalah Wanua, di Jakarta, Kamis 29 November 2018.

Dia menjelaskan, saat ini masih dibahas tentang berapa anggaran dan kuota SDM desa yang akan dikirim ke luar negeri. Namun pastinya, kata dia, anggarannya tidak akan memakai dana desa, melainkan ada alokasi anggaran khusus lain.

Kemendes dikatakannya juga akan bekerja sama dengan beberapa badan dunia agar jumlah yang dikirim semakin banyak.

Untuk negara tujuan studi banding, jelasnya, dia mencontohkan Thailand, Vietnam dan Malaysia. Para SDM di desa tersebut nanti bisa belajar bagaimana pengelolaan pertanian dan juga pelaksanaan badan usaha di desa yang berhasil di negara lain.

Dia mencontohkan lembaga the Federal Land Development Authority (Felda) di Malaysia yang mampu mengurangi kemiskinan dari 50% menjadi 1% dalam 30 tahun. "Kami akan kirim juga pegiat desa untuk belajar disana," tuturnya.

Eko mengungkapkan, program dana desa yang digagas pemerintahan Jokowi telah tersebar kesuksesannya ke seluruh dunia. Tercatat sebanyak 23 negara telah dikirim ke Indonesia untuk belajar mengelola dana desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia. Bahkan International Fund Agricultural Development (IFAD) dan juga Bank Dunia telah merujuk Indonesia untuk dijadikan contoh pembangunan desa di dunia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhaltul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyambut baik gagasan pemerintah akan memfasilitasi studi banding kepala desa dan perangkat desa lainnya ke luar negeri.

Said mengatakan, Indonesia tidak boleh tertutup akan perkembangan dunia luar. Apa program yang bagus dan sukses di negara maju patut dipelajari oleh bangsa Indonesia.

"Bagus sekali. Memang kita harus saling menyempurnakan. Ayo belajar dari luar apa kemajuan yang mereka miliki kita tiru," tandasnya.
(dam)
Berita Terkait
Korupsi Dana Desa, Mantan...
Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Pedataran Dipenjara 5 Tahun
Diduga Korupsi DD dan...
Diduga Korupsi DD dan ADD, Oknum Kades di Lampung Utara Ditahan Polisi
Desa Mallari Bone Jadi...
Desa Mallari Bone Jadi Pertama Salurkan BLT Dana Desa di Sulsel
Prabowo Singgung Masalah...
Prabowo Singgung Masalah Dana Desa Tak Tersalurkan dengan Baik 1 Dekade Terakhir
Tuntut Cabut PMK 81,...
Tuntut Cabut PMK 81, APDESI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Tertipu Proyek, Bu Kades...
Tertipu Proyek, Bu Kades Bunisari Sikat Dana Desa Rp322 Juta untuk Bayar Utang
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved