Hidupkan PMP, Mengembalikan Kesadaran Toleransi Berbangsa

Rabu, 28 November 2018 - 10:51 WIB
Hidupkan PMP, Mengembalikan...
Hidupkan PMP, Mengembalikan Kesadaran Toleransi Berbangsa
A A A
JAKARTA - Menkopolhukam Wiranto mengatakan, penghidupan kembali PMP akan sangat bagus sebagai penyegaran kembali ingatan para siswa bahwa negeri ini bisa bersatu sebagai bangsa toleransi antar masyarakat yang sangat beragam.

“Dari toleransi itu muncullah Pancasila. Pancasila adalah hasil kompromi dari para modal kebersamaan dan kesadaran dan toleransi,” ujarnya seusai berkunjung ke Universitas Terbuka (UT), kemarin.

Wiranto menjelaskan, siswa saat ini perlu diingatkan kembali atas bagaimana Pancasila menjadi pemersatu bangsa hingga akhirnya para tokoh bangsa pun bisa melahirkan NKRI.

Wasiat yang lahir ini jangan sampai tidak diajarkan kembali kepada anak-anak, sebab dia khawatir akan muncul ego-ego berujung pada perpecahan bangsa.

“Saya kira sangat baik kalau kita ingatkan dunia pendidikan bah wa warisan paling berharga bagi Indonesia adalah persatuan dan kebersamaan. Pancasila adalah kompromi untuk kebersamaan dan toleransi serta tidak mementingkan egonya sendiri,” ujarnya.

Ikuti Perkembangan Zaman
MPR mengusulkan agar PMP itu harus disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. “Saya setuju, tapi metodenya harus disesuaikan dengan sekarang. Sekarang ini, kan kita hilang pelajaran Pancasila, hilang semua pelajaran PMP, hilang penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila). Akhirnya kita seperti ini. Karena ideologi (Pancasila) harus diajarkan,” kata Ketua MPR Zulkifli Hasan, kemarin.

Menurut Zulkifli, Pancasila merupakan ideologi yang harus diajarkan dan menancap di dada anak-anak muda. Sangat disayangkan sekarang ajaran dan nilai-nilai Pancasila seakan hilang.

“Kalau tidak ada (ideologi) tentu mereka akan mencari yang lain. Oleh karena itu, pendidikan itu penting. Bahkan mulai dari paling dasar (SD), SMP, SMA itu harus,” kata Zulkifli.

Sedangkan Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar Komisi X DPR memanggil Kemendikbud membahas program dan kurikulum yang baku agar ada kepastian. Karena mata pelajaran ini sebelumnya sempat di tiadakan dalam kurun waktu yang lama.

“Sehingga mata pelajaran PMP yang dulunya merupakan mata pelajaran wajib kemudian ditiadakan dan saat ini akan dikembalikan lagi,” kata nya, kemarin.Dia juga mendorong Kemendikbud untuk melakukan inovasi cara penyampaian pelajaran PMP, seperti dengan menggunakan metode interaktif sehingga mata pelajaran PMP tidak hanya dihafal, tetapi dipahami mendalam guna diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Kiswondari)
(nfl)
Berita Terkait
Realisasi Pengiriman...
Realisasi Pengiriman Data PMP Sinjai Tertinggi di Sulsel
Membesarkan Pemikir...
Membesarkan Pemikir Digital: Literasi AI Menjadi Kebutuhan Dasar Pendidikan Anak
Mapel Sejarah untuk...
Mapel Sejarah untuk Penguatan Karakter Anak Bangsa
Rapat Paripurna DPRD...
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Setujui PMP untuk Perumda Tirta Pakuan
Mau Mahir Berhitung?...
Mau Mahir Berhitung? Ini 13 Contoh Soal Matematika Kelas 3 SD Beserta Kunci Jawabannya
Ditjen Pas: 375.025...
Ditjen Pas: 375.025 Warga Binaan Terima Remisi dan PMP Kemerdekaan Indonesia
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Infografis
Ilmuwan Yakin Kesadaran...
Ilmuwan Yakin Kesadaran Manusia Bisa Disimpan di Komputer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved