Gelar Rakernas, IKA PMII Pecahkan Masalah Kemiskinan

Selasa, 27 November 2018 - 02:26 WIB
Gelar Rakernas, IKA...
Gelar Rakernas, IKA PMII Pecahkan Masalah Kemiskinan
A A A
JAKARTA - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di salah satu hotel di Jakarta, Senin (26/11/2018). Ketua Umum IKA PMII, Akhmad Muqowam mengatakan, Rakernas tersebut akan membedah dan pecahkan permasalahan-permasalahan nasional seperti halnya kemiskinan.

"Persoalan-persoalan di bidang sosial, kemiskinan, harus segera selesaikan melalui program yang dirancang oleh Rakernas IKA PMII," ujarnya.

Selain itu menurutnya, IKA PMII akan serius dalam mengembangkan sayap di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Ia tak ingin IKA PMII terjebak pada kedangkalan, untuk memastikan masa depan kehidupan bangsa yang lebih baik.

Dalam menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan politik tersebut, lanjutnya, IKA PMII senantiasa mampu melampaui fermentasi-fermentasi yang tidak produktif.

"Memakmurkan Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu kalangan saja. Namun harus dilakukan secara sistemik, programik, dan berkelanjutan," ujarnya.

Untuk diketahui, Rakernas IKA PMII tersebut adalah rangkaian dari Pengukuhan Pengurus Besar IKA PMII periode 2018-2023. Sebelumnya, IKA PMII telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada Juli 2018.

"Sahabat saya formatur ini bertanya-tanya kenapa sih kok lama, persoalannya adalah banyak sekali yang mau. Jadi hari ini saya kira kita bisa menunjukan bahwa yang hadir Alhamdulillah banyak," ungkapnya.

Di tempat sama, Ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengatakan, masyarakat Indonesia masih sering tertipu, terperdaya serta terporosok dengan simbol-simbol yang menarik dan menjanjikan melalui label-label agama.

"Memang simbol sangat menarik tidak membutuhkan kecerdasan, tidak butuh jelimet analisis atau kajian. Simbol yang menarik itu menjanjikan, tapi kalau dibiarkan hanya itu very-very danger," ujar Said.

Menurutnya, dulu label-label agama sepanjang sejarah sering sekali dimanfaatkan oleh penguasa yang ingin melestarikan kekuasaannya menghadapi para oposisi.

"Kalau sekarang kebalik, yang menggunakan label-label simbol agama orang-orang yang sangat tamak rakus terhadap kekuasaan," tegasnya.

Selain itu, dalam tujuan rakernas PB IKA PMII diniali sangat relevan dan realistis dalam mengatasi permasalahan situasi sosial, ekonomi, politik di Indonesia untuk menyatukan kembali Indonesia sesuai ajaran Alquran ummatan wasathan berarti dalam petunjuk yang lurus dan benar.
(rhs)
Berita Terkait
BP Taskin Finalisasi...
BP Taskin Finalisasi Buku Rencana Besar Penuntasan Kemiskinan
1,3 Juta Warga Pesisir...
1,3 Juta Warga Pesisir Jadi Target Pengentasan Kemiskinan di Tahun 2022
BP Taskin Gandeng Perusahaan...
BP Taskin Gandeng Perusahaan China Latih Anak Muda Miskin Jadi Tenaga Siap Kerja
Desa Berperan Penting...
Desa Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Budaya
Kunjungi BP Taskin,...
Kunjungi BP Taskin, Bupati Indramayu dan Bombana Minta Resep Atasi Kemiskinan
Ganjar Puji Kades Blora...
Ganjar Puji Kades Blora Soal Cara Menurunkan Kemiskinan
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved