Arah Pembangunan Bangsa Ada di Tangan Kepala Daerah

Kamis, 08 November 2018 - 20:17 WIB
Arah Pembangunan Bangsa...
Arah Pembangunan Bangsa Ada di Tangan Kepala Daerah
A A A
JAKARTA - Memasuki era reformasi sekarang ini, arah program pembangunan bangsa ada di tangan kepala daerah sesuai dengan janji kampanye. Kampanye adalah janji program yang akan dilakukan baik jangka pendek, menengah dan panjang.

Tugas pemerintah memastikan Nawa Cita berjalan dan program strategis nasional bisa berjalan di tingkat provinsi, kabupaten, kota sampai desa. “Memasuki era reformasi program pembangunan bangsa ini intinya sesuai dengan janji kampanye seorang capres, sesudah terpilih janji kampanye menjadi program jangka pendek menengah dan panjang,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan pembekalan kepada Calon Anggota DPR RI Partai Hanura se-Indonesia di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Menurut Tjahjo, pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial oleh Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah mencapai 90%. Ini bukan janji kosong. Salah satu indikatornya hampir 178 kecamatan di perbatasan yang belum pernah tersentuh kini sudah jauh lebih baik dengan berbagai fasilitas dan pelayanan.

Di hadapan calon anggota DPR RI Hanura, Tjahjo memberikan pesan agar para calon juga dapat menjadi media yang mampu menjabarkan ideologi Partai Hanura dan program nasional yang menjadi program strategis pemerintah pusat.

“Di samping sebagai calon anggota DPR DPRD dari partai hanura anda harus menjabarkan apa program utama, garis-garis ideologi daripada Partai Hanura dikemas menjadi program nasional yang menjadi program strategis pemerintah pusat dijabarkan didaerah pemilihan masing masing sesuai kondisi geografis sosial,” ujarnya.

Menurut Tjahjo, setelah 73 tahun merdeka dalam perkembangannya tantangan bangsa indonesia semakin berat dan kompleks. Tjahjo menekankan kepada para caleg Partai Hanura agar sadar bahaya masif radikalisme dan terorisme.

Tjahjo mengingatkan walaupun hal tersebut adalah tugas kepolisian dan sudah punya data kelompok radikal, bukan berarti hanya menjadi tugas mereka. Ini menjadi tugas seluruh komponen untuk bertanggung jawab dan memerangi radikalisme-terorisme, termasuk menjadi tugas partai politik beserta kadernya.

“Tugas Parpol mari bersama-sama dengan seluruh komponen bertanggung jawab dan memerangi terosime-radikalisme,” tegasnya.

Mengenai ormas, sepanjang konsisten pada UUD 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika serta tidak ada berencana merubah ideologi Negara maka berhak berserikat dan berhimpun. “Jangan ada agenda lain untuk merubah ideologi Negara dan kemajemukan bangsa ini. PancasilaPancasila itu sudah final,” tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Amsal Sampetondok Selangkah...
Amsal Sampetondok Selangkah Lagi Pimpin Hanura Sulsel
Tiga Bakal Calon Ketua...
Tiga Bakal Calon Ketua Berebut Kursi 01 Hanura Sinjai
Jika Diminta DPP, 16...
Jika Diminta DPP, 16 DPC Hanura Siap Berkumpul untuk Amsal
Didorong jadi Ketua...
Didorong jadi Ketua DPD Hanura Sulsel, Amsal Sowan ke DPP
Biarkan Konflik Internal...
Biarkan Konflik Internal Berkepanjangan, DPP Sandera Hanura Sulsel
DPP Diminta Pertimbangkan...
DPP Diminta Pertimbangkan Dukungan 16 DPC untuk Amsal Pimpin Hanura Sulsel
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved