Pidato Jokowi di Pertemuan IMF-Bank Dunia Perteguh Posisi RI

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:58 WIB
Pidato Jokowi di Pertemuan...
Pidato Jokowi di Pertemuan IMF-Bank Dunia Perteguh Posisi RI
A A A
JAKARTA - Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali telah berakhir. Pertemuan internasional itu telah melambungkan nama baik Republik Indonesia (RI) di mata dunia.Terlebih, pertemuan tersebut telah meneguhkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden dan pemimpin masyarakat Indonesia dan Internasional.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Bidang Kerja sama Antar Lembaga Badan Pengurus Nasional Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (BPN ALMISBAT), Iwan Sulaiman Soelasno melalui siaran pers, Senin (15/10/2018).

"Pidato Jokowi sangat spektakuler. Ini mengkonfirmasi dan memperkuat Jokowi sungguh-sungguh pemimpin yang bersih, merakyat dan kerja nyata, sesuai tagline kampanye beliau," ujar Iwan Sulaiman.

Dari perhelatan akbar internasional minggu lalu itu, Iwan mempunyai beberapa catatan. Pertama, Jokowi telah menegaskan kepada rakyat Indonesia bahwa dirinya sangatlah berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan yang diusungnya sejak menjabat Presiden.

Misalnya saja, pembangunan infrastruktur yang merupakan penopang bagi ekonomi yang berkelanjutan. Selain penyediaan infrastruktur, Iwan menilai kebijakan Jokowi dalam pembangunan desa merupakan bagian dari model pembangunan berkelanjutan ala Jokowi, yaitu dana desa sebagai amanat dari UU Desa.

"Kami bangga dana desa dan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) menjadi topik pembahasan di Forum IMF-Bank Dunia, bahkan mendapat apresiasi yang tinggi dari peraih Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz," ujarnya.

Ketimpangan ekonomi sesungguhnya dapat menjadi kendala bagi pembangunan berkelanjutan. Sebagai pemimpin yang merakyat, Iwan menambahkan bahwa Jokowi telah sungguh-sungguh berupaya menekan ketimpangan dan kesenjangan.

Hasilnya, dalam laporan indeks penurunan ketimpangan yang dirilis Oxfam dan Development Finance International, Indonesia mendapat pujian dalam upaya mengatasi ketimpangan ekonomi. Bahkan, Indonesia jauh lebih baik dari Singapura, yang dinilai buruk dalam mengatasi ketimpangan ekonomi negaranya.

Karena itu tegas Iwan, ALMISBAT optimistis Pemerintahan Jokowi yang menargetkan hanya ada 42 daerah tertinggal di 2019 dapat tercapai. Kerja nyata Jokowi pada pembangunan berkelanjutan juga nampak pada kebijakannya yang akan fokus pada pembangunan manusia di 2019."Peringkat Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun depan akan jauh lebih baik," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved