Amien Rais Diperiksa Polisi, Din Syamsuddin Tak Ingin Pemilu Gaduh
Rabu, 10 Oktober 2018 - 15:59 WIB
Amien Rais Diperiksa Polisi, Din Syamsuddin Tak Ingin Pemilu Gaduh
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin merasa prihatin terhadap pemanggilan mantan Ketua MPR Amien Rais oleh Polda Metro Jaya.
Din menghargai kesediaan Amien memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penyebaran hoaks aktivis sosial Ratna Sarumpaet, hari ini.
"Sangat menghargai kesediaan Pak M Amien Rais untuk datang memenuhi panggilan tersebut. Hal mana menunjukkan jati dirinya sebagai warga negara yang baik dan perlu diikuti oleh para pejabat/elite politik lain," kata Din dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018). (Baca juga: Tiba di Polda Metro Jaya, Amien Rais: Panggilan Ini Janggal )
Dia menilai pemanggilan tersebut apalagi jika dilakukan penahanan akan bersifat kontraproduktif dan dapat memicu kegaduhan politik yang akan mengganggu proses pemilu/pilpres.
"Rakyat cinta hukum dan keadilan akan tergerak untuk mendesak penegakan hukum secara berkeadilan, khususnya terhadap semua indikasi pelanggaran hukum oleh para elite politik. Maka akan terjadi aksi gugat menggugat," tutur Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini.
Din mengatakan, jika pemerintah, khususnya kepolisian tidak dapat menanggulangi keadaan ini apalagi tidak adil maka sangat mungkin akan terjadi pengabaian (disobedience) dan ketakpercayaan terhadap hukum.
Suasana seperti itu, kata dia, tidak positif bagi kehidupan bangsa, mengganggu pemilu/pilpres, dan secara khusus merugikan Pemerintah Jokowi.
Dia juga meminta semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak menerapkan pendekatan politik saling mengenyahkan dengan adu otot.
"Tapi sebaliknya perlu mengedepankan adu otak dgn argumen-argumen yang berkualitas. Pemilu/pilpres adalah cara beradab untuk memilih pemimpin, jangan sampai terjebak ke dalam ketakadaban apalagi kebiadaban," tutur Din.
Din menghargai kesediaan Amien memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penyebaran hoaks aktivis sosial Ratna Sarumpaet, hari ini.
"Sangat menghargai kesediaan Pak M Amien Rais untuk datang memenuhi panggilan tersebut. Hal mana menunjukkan jati dirinya sebagai warga negara yang baik dan perlu diikuti oleh para pejabat/elite politik lain," kata Din dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018). (Baca juga: Tiba di Polda Metro Jaya, Amien Rais: Panggilan Ini Janggal )
Dia menilai pemanggilan tersebut apalagi jika dilakukan penahanan akan bersifat kontraproduktif dan dapat memicu kegaduhan politik yang akan mengganggu proses pemilu/pilpres.
"Rakyat cinta hukum dan keadilan akan tergerak untuk mendesak penegakan hukum secara berkeadilan, khususnya terhadap semua indikasi pelanggaran hukum oleh para elite politik. Maka akan terjadi aksi gugat menggugat," tutur Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini.
Din mengatakan, jika pemerintah, khususnya kepolisian tidak dapat menanggulangi keadaan ini apalagi tidak adil maka sangat mungkin akan terjadi pengabaian (disobedience) dan ketakpercayaan terhadap hukum.
Suasana seperti itu, kata dia, tidak positif bagi kehidupan bangsa, mengganggu pemilu/pilpres, dan secara khusus merugikan Pemerintah Jokowi.
Dia juga meminta semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak menerapkan pendekatan politik saling mengenyahkan dengan adu otot.
"Tapi sebaliknya perlu mengedepankan adu otak dgn argumen-argumen yang berkualitas. Pemilu/pilpres adalah cara beradab untuk memilih pemimpin, jangan sampai terjebak ke dalam ketakadaban apalagi kebiadaban," tutur Din.
(dam)