Gugatan Farhat Abbas ke Prabowo Cs Atas Nama Pribadi
Rabu, 03 Oktober 2018 - 21:46 WIB
Gugatan Farhat Abbas ke Prabowo Cs Atas Nama Pribadi
A
A
A
JAKARTA - Farhat Abbas menggugat capres Prabowo Subianto dan beberapa personel tim kampanyenya. Prabowo cs dituduh melakukan ujaran kebencian, penyebaran berita bohong terhadap kasus “drama penganiayaan” terhadap Ratna Sarumpaet.
Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, langkah Fathat tersebut murni tindakan pribadi, atas inisiatif pribadi dan tidak mewakili tim kampanye Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Terhadap kasus tersebut, lanjut Hasto, Presiden Jokowi memberikan arahan agar seluruh tim kampanye tetap fokus membantu pemerintah di dalam menangani korban bencana alam di Donggala dan Palu.
“Mereka melakukan tindakan antikemanusiaan dengan mengganggu skala prioritas bangsa yang seharusnya berbela rasa membantu korban bencana. Tindakan penipuan untuk dikasihani demi peningkatan elektoral Pak Prabowo-Sandi, sebaiknya disikapi dengan semakin giat membantu korban, sebagaimana dilakukan Pak Jokowi hari ini di Palu,” kata Hasto dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (3/10/2018).
Menurut Hasto, gugatan Farhat Abbas sah sebagai warga negara yang ikut terseret dalam kemarahan publik atas drama penipuan yang menurunkan derajat keadaban demokrasi Indonesia. “Namun sekali lagi itu atas nama pribadi,” tuturnya.
Hasto berharap apa yang terjadi menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa yang namanya pemimpin, terlebih calon presiden, sebaiknya bijak, melakukan check and recheck sebelum menyampaikan ke publik dan mampu menampilkan hal-hal yang membangun peradaban bagi bangsa. “Terlalu riskan apabila telinga pemimpin terlalu tipis dan reaktif di dalam meresponse berbagai persoalan tanpa melakukan pengendapan terlebih dahulu,” ujarnya.
Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, langkah Fathat tersebut murni tindakan pribadi, atas inisiatif pribadi dan tidak mewakili tim kampanye Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Terhadap kasus tersebut, lanjut Hasto, Presiden Jokowi memberikan arahan agar seluruh tim kampanye tetap fokus membantu pemerintah di dalam menangani korban bencana alam di Donggala dan Palu.
“Mereka melakukan tindakan antikemanusiaan dengan mengganggu skala prioritas bangsa yang seharusnya berbela rasa membantu korban bencana. Tindakan penipuan untuk dikasihani demi peningkatan elektoral Pak Prabowo-Sandi, sebaiknya disikapi dengan semakin giat membantu korban, sebagaimana dilakukan Pak Jokowi hari ini di Palu,” kata Hasto dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (3/10/2018).
Menurut Hasto, gugatan Farhat Abbas sah sebagai warga negara yang ikut terseret dalam kemarahan publik atas drama penipuan yang menurunkan derajat keadaban demokrasi Indonesia. “Namun sekali lagi itu atas nama pribadi,” tuturnya.
Hasto berharap apa yang terjadi menjadi pembelajaran kita semua. Bahwa yang namanya pemimpin, terlebih calon presiden, sebaiknya bijak, melakukan check and recheck sebelum menyampaikan ke publik dan mampu menampilkan hal-hal yang membangun peradaban bagi bangsa. “Terlalu riskan apabila telinga pemimpin terlalu tipis dan reaktif di dalam meresponse berbagai persoalan tanpa melakukan pengendapan terlebih dahulu,” ujarnya.
(poe)