Kirim Tim ke Lokasi Bencana, Mendagri: Jangan Susahkan Pemda

Selasa, 02 Oktober 2018 - 19:06 WIB
Kirim Tim ke Lokasi...
Kirim Tim ke Lokasi Bencana, Mendagri: Jangan Susahkan Pemda
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan penekanan kepada aparaturnya yang diberangkatkan ke daerah bencana Palu dan Donggala.Mendagri meminta aparaturnya yang tergabung dalam Tim Pendampingan Kemendagri untuk membantu dan memastikan jalannya pemerintahan setempat.
Tjahjo mengatakan itu saat acara pelepasan Tim Pendampingan Kemendagri di depan Halaman Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (2/10/2018).

Menurut dia, Tim Pendampingan Kemendagri harus mandiri ketika bertugas di daerah bencana, jangan sampai membebani pemerintahan daerah setempat. "Jangan pinjam kendaraan pemda, jangan minta makan ke pemda, Pak Eko Subowo (Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan) sudah punya data tempat kos-kostan dan Tim bisa sewa kos-kostan yang murah,” tuturnya.

Tjahjo menuturkan kondisi logistik di daerah bencana cukup memprihatinkan. Dia pun mengutarakan pengalaman kunjungannya pada hari Sabtu dan Minggu 29-30 September 2018 ke lokasi bencana.

"Untuk saat ini yang dibutuhkan adalah air putih dan kue kering, mi atau beras harus dimasak listrik mati, BBM tidak ada, itu yang mudah untuk dikonsumsi,” kata Tjahjo dalam siaran pers Pusat Penerangan Kemendagri kepada SINDOnews, Selasa (2/10/2018).

Dia mengingatkan, nantinya Tim Pendampingan Kemendagri juga memeriksa kondisi setiap desa, termasuk kebutuhannya.

"Disiapkan Ditjen Bina Pemdes setiap desa 50 juta, minimal buat bangun tenda, alat tulis atau ATK untuk administrasi pemerintahan di desa-desa," ujarnya.

Mengenai koordinasi dan penempatan personel Tim Pendampingan Kemendagri, Tjahjo mengungkapkan bersema Sekjen Kemendagri melakukan monitoring setiap jam.

Dia melanjutkan, setiap minggu anggota Tim Pendampingan Kemendagri bergantian bertugas. Tujuannya agar mereka tidak jenuh. Mereka dibantu oleh Praja IPDN Makassar yang bisa ditempatkan selama dua minggu.

"Di sana masa tanggap daruratnya bisa sampai tiga bulan, saya kira itu tugas kita bahwa yang terpenting memastikan pemerintahan tetap jalan melayani masyarakat, menampung informasi, menginventarisasi, menghubungkan informasi penting dengan berkoordinasi dengan Satgas Bencana," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Berita Terkini
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved