LSI : Dukungan Masyarakat terhadap Sistem Demokrasi Meningkat
Senin, 24 September 2018 - 18:49 WIB
LSI : Dukungan Masyarakat terhadap Sistem Demokrasi Meningkat
A
A
A
JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan dukungan masyarakat terhadap sistem demokrasi semakin meningkat. LSI menyatakan dukungan terhadap sistem demokrasi mencapai 83 persen. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2017, yaitu sebesar 76 persen.
"Dukungan masyarakat terhadap sistem demokrasi meningkat sebagai sistem pemerintahan yang terbaik," kata peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (24/9/2018).
Menurutnya, naiknya dukungan masyarakat terhadap demokrasi pastinya memiliki pola. Salah satu pola yang dia sebut adalah pemilihan umum 2019.
"Ada satu pola yaitu jelang pemilu kepuasan pada demokrasi cenderung naik mungkin karena momen pemilu," ujarnya.
Burhanuddin menjelaskan, kepuasan masyarakat terhadap jalannya demokrasi pada Agustus 2018 sebesar 73 persen menunjukkan tren yang meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Misalnya, pada Agustus 2017 sebesar 70 persen dan 2016 sebesar 68 persen.
Burhanuddin menilai naik dan turunnya kepuasan publik terhadap demokrasi tergantung pada kinerja pemerintah dalam mendukung terwujudnya demokrasi.
"Yang paling menentukan kinerja Presiden dan pemerintah. Jika kinerja mereka buruk, maka persentase kepuasan akan turun," tuturnya.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Survei terbaru dilakukan pada Agustus 2018 dengan sampel 1520 responden yang dipilih dengan metode multi-stage random sampling. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar kurang lebih 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
"Dukungan masyarakat terhadap sistem demokrasi meningkat sebagai sistem pemerintahan yang terbaik," kata peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (24/9/2018).
Menurutnya, naiknya dukungan masyarakat terhadap demokrasi pastinya memiliki pola. Salah satu pola yang dia sebut adalah pemilihan umum 2019.
"Ada satu pola yaitu jelang pemilu kepuasan pada demokrasi cenderung naik mungkin karena momen pemilu," ujarnya.
Burhanuddin menjelaskan, kepuasan masyarakat terhadap jalannya demokrasi pada Agustus 2018 sebesar 73 persen menunjukkan tren yang meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Misalnya, pada Agustus 2017 sebesar 70 persen dan 2016 sebesar 68 persen.
Burhanuddin menilai naik dan turunnya kepuasan publik terhadap demokrasi tergantung pada kinerja pemerintah dalam mendukung terwujudnya demokrasi.
"Yang paling menentukan kinerja Presiden dan pemerintah. Jika kinerja mereka buruk, maka persentase kepuasan akan turun," tuturnya.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Survei terbaru dilakukan pada Agustus 2018 dengan sampel 1520 responden yang dipilih dengan metode multi-stage random sampling. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar kurang lebih 2,6% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
(pur)