Zikir di Istana Sukses, MDHW Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Kamis, 02 Agustus 2018 - 16:49 WIB
Zikir di Istana Sukses, MDHW Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi lantaran acara zikir dan doa untuk bangsa yang dilakukan di Istana Merdeka, 1 Agustus 2018, berjalan lancar dan sukses.
"Kami atas nama Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Presiden Jokowi. Berkat fasilitas dan dukungan penuh Bapak Presiden, acara dzkir dan doa untuk bangsa berjalan lancar dan sukses," kata Hery usai mengikuti dzikir dan doa untuk bangsa bersama Presiden, Rabu 1 Agustus 2018.
Ucapan terima kasih secara khusus juga Hery haturkan kepada para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas Islam, serta seluruh pejabat negara dan tamu undangan sekaligus jamaah dzikir yang suđah berkenan hadir dan mengikuti acara dzikir di Istana Merdeka dengan penuh kekhusu'an.
"Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas Islam, serta seluruh pejabat negara dan tamu undangan sekaligus jamaah dzikir," tambahnya.
Hery bersyukur bahwa sambutan dan animo masyarakat atas penyelenggaraan dzikir dan doa untuk bangsa tersebut sangat besar. Di saat yang sama, ia juga bersyukur karena Presiden Jokowi dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa dzikir di Istana Merdeka 1 Agustus akan menjadi kegiatan dan acara rutin kenegaraan pada setiap tahunnya.
"Pak Presiden kembali menegaskan bahwa dzikir di Istana Merdeka 1 Agustus harus terus dilestarikan. Itu sudah menjadi agenda kenegaraan kata beliau," terang Hery.
Seperti diketahui, selain dihadiri hampir 1000 ulama, kiai dan habaib seluruh Indonesia serta 2000 jamaah, acara dzikir dan doa untuk bangsa juga dihadiri Presiden dan Wakil Presiden, menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan para pejabat negara lainnya.
Tak heran jika banyak ulama yang mengapresiasi acara tersebut. Salah satunya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa.
"Pada prinsipnya, dzikir adalah cara kita (umat Islam) mengingat Allah. Ini sangat positif untuk dijadikan tradisi dan upaya membangun bangsa yang religius," ungkap KH Ali Maschan Moesa yang hadir dalam acara tersebut.
"Kami atas nama Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Presiden Jokowi. Berkat fasilitas dan dukungan penuh Bapak Presiden, acara dzkir dan doa untuk bangsa berjalan lancar dan sukses," kata Hery usai mengikuti dzikir dan doa untuk bangsa bersama Presiden, Rabu 1 Agustus 2018.
Ucapan terima kasih secara khusus juga Hery haturkan kepada para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas Islam, serta seluruh pejabat negara dan tamu undangan sekaligus jamaah dzikir yang suđah berkenan hadir dan mengikuti acara dzikir di Istana Merdeka dengan penuh kekhusu'an.
"Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, pimpinan ormas Islam, serta seluruh pejabat negara dan tamu undangan sekaligus jamaah dzikir," tambahnya.
Hery bersyukur bahwa sambutan dan animo masyarakat atas penyelenggaraan dzikir dan doa untuk bangsa tersebut sangat besar. Di saat yang sama, ia juga bersyukur karena Presiden Jokowi dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa dzikir di Istana Merdeka 1 Agustus akan menjadi kegiatan dan acara rutin kenegaraan pada setiap tahunnya.
"Pak Presiden kembali menegaskan bahwa dzikir di Istana Merdeka 1 Agustus harus terus dilestarikan. Itu sudah menjadi agenda kenegaraan kata beliau," terang Hery.
Seperti diketahui, selain dihadiri hampir 1000 ulama, kiai dan habaib seluruh Indonesia serta 2000 jamaah, acara dzikir dan doa untuk bangsa juga dihadiri Presiden dan Wakil Presiden, menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan para pejabat negara lainnya.
Tak heran jika banyak ulama yang mengapresiasi acara tersebut. Salah satunya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa.
"Pada prinsipnya, dzikir adalah cara kita (umat Islam) mengingat Allah. Ini sangat positif untuk dijadikan tradisi dan upaya membangun bangsa yang religius," ungkap KH Ali Maschan Moesa yang hadir dalam acara tersebut.
(maf)