Politisasi Isu Hukum Akan Ramai Jelang Pilkada dan Pilpres

Selasa, 05 Juni 2018 - 12:01 WIB
Politisasi Isu Hukum...
Politisasi Isu Hukum Akan Ramai Jelang Pilkada dan Pilpres
A A A
JAKARTA - Isu politik dan hukum diprediksi ramai pada tahun ini, khususnya menjelang beberapa perhelatan politik, yakni pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, pemilihan presiden dan wakil presiden.

Termasuk isu terkait penanganan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap calon kepala daerah. Anggota komisi III DPR Arteria Dahlan menilai proses hukum KPK terhadap calon kepala daerah kurang tepat.

Di luar operasi tangkap tangan (OTT) dan pidana pemilu, Arteria menilai seharusnya pidana pemilu ditunda. "Untuk yang namanya pidana pemilu silakan, kapan saja boleh. Tapi di luar pidana pemilu dan OTT kita mohon penegakan hukumnya dapat dilangsungkan setelah tanggal 27 juni 2018. Kenapa? Biar semuanya hening. Sudah tahu siapa yang menang dan kalah," tutur Arteria di kantor Kaukus Muda Indonesia (KMI), Senin 4 Januari 2018.

Arteria menambahkan, pemerintah termasuk seluruh institusi dan aparat penegak hukum agar berkomitmen menjaga tahun politik dalam suasana hening, aman, tertib, lancar tanpa mendistorsi, mengintervensi fungsi-fungsi penegakan hukum.

"Jangan sampai nanti orang sudah kalah, dijadikan alasan kalahnya karena penegak hukum atau dilakukan upaya-upaya atas penegak hukum," tuturnya.Dia pun berharap penegakan hukum dapat dilakukan secara proporsional. "Caranya bagaimana, jangan sampai ada terkesan politisasi penegakan hukum. Jangan ada kesan kriminalisasi atau pembusukan karakter. Jangan ada kesan penegakan hukum ini sebagai alat pemenangan atau lembaga penegakan hukum sebagai mesin pemenangan salah satu pasangan calon," tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz berbeda pendapat dengan Arteria. Donal berpendapat proses politik tidak perlu menegasi proses hukum yang sedang berjalan.Dia menegaskan Indonesia merupakan negara hukum, bukan negara politik. "Indonesia adalah negara hukum, oleh sebab itu proses yang sedang berjalan seperti kontestasi pilkada itu seharusnya tidak memengaruhi proses hukum, oleh penegak hukum seperti KPK. Sekali lagi dasarnya secara konstitusi kita negara hukum bukan negara politik," tuturnya.Dia menjelaskan selama ini kegiatan-kegiatan politik terus berjalan sekalipun proses hukum KPK terus berjalan. Jadi tidak tepat apabila proses hukum oleh KPK dianggap akan menghambat proses politik.

"Jadi enggak perlu ditunda-tunda, langsung tangkap saja. Kalau memang ada alat bukti harus dilakukan (penindakan-red). Justru keliru kalau misalkan menuding KPK melakukan politisasi, justru politisasi paling banyak dilakukan oleh partai politik, kandidat, jaringan tim sukses. Mereka melakukan aksi saling lapor agar kemudian menjadi headline pemberitaan," tutur Donal.

Donal mengganggap aksi saling lapor sengaja dibuat dengan harapan ingin membuat lawan politik menjadi perhatian media karena terjerat kasus korupsi.

"Jadi logika Arteria bahwa KPK menjadi sebab kericuhan politik karena proses hukum adalah keliru. Faktanya, bahwa kelompok-kelompok politik yang saling jegal, saling melakukan aksi pelaporan agar men-downgrade elektabilitas lawan secara politik. Jadi kalah atau menangnya partai, belum tentu salahnya KPK. Justru kenapa partai mengusung orang yang bersalah, itulah yang membuat partai kalah," tutur Donal.
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Aspri John Field Ungkap...
Aspri John Field Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Entertain Pejabat Bea Cukai
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved