Kemenpar Diminta Antisipasi Penurunan Kunjungan Wisman Pascateror Bom

Senin, 04 Juni 2018 - 14:44 WIB
Kemenpar Diminta Antisipasi...
Kemenpar Diminta Antisipasi Penurunan Kunjungan Wisman Pascateror Bom
A A A
JAKARTA - Rentetan teror yang terjadi di Tanah Air beberapa waktu lalu tentu menyisakan tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata yang sedang terus dibangun oleh pemerintah.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih berharap Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dapat meminimalisasi dampak teror terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.

Menurut dia, waspada terhadap aspek keamanan sangat perlu karena persoalan keamanan sangat sensitif, baik secara sosial maupun ekonomi. “Urusan keamanan secara substansial memang domain Polri dan TNI tetapi secara sektoral, khususnya pariwisata, Kemenpar harus menjadi tulang punggung dan mengambil peran utama bersama pemerintah daerah,” tuturnya di Kompleks DPR, Senayan, Senin (4/6/2018), seperti dalam siaran persnya kepada SINDOnews.

Fikri menilai, kemampuan untuk diplomasi dan promosi kepada dunia dengan narasi yang damai dan menentramkan juga diperlukan untuk menepis keraguan penduduk dunia untuk datang ke Indonesia.
"Yakinkan bahwa Indonesia adalah negeri yang indah dengan bangsa yang ramah, santun dan damai," kata Fikri.

Dia menegaskan, kesigapan Kemenpar dan pemda dibutuhkan bukan hanya ketika menghadapi isu teror bom. Isu demonstrasi dan bencana alam juga menjadi hal sensitif bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Fikri mengingatkan pengalaman erupsi Gunung Agung yang menurunkan wisman secara drastis hingga sepertiga wisman yang datang ke Bali tidak terulang.

Tidak hanya dengan pemda, kata dia, kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk meningkatkan kunjungan wisman dapat menjadi langkah strategis. “Kerja sama tersebut bisa berupa kerja sama dalam promosi maupun membangun paket destinasi unggulan bersama. Toh kita punya budaya yang serumpun. Akan lebih produktif jika bisa membangun kerukunan semacam ini,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved