Mudik Lebaran 2018, Sepeda Motor Masih Jadi Primadona
Sabtu, 02 Juni 2018 - 12:26 WIB
Mudik Lebaran 2018, Sepeda Motor Masih Jadi Primadona
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi adanya peningkatan angkutan darat yang digunakan untuk mudik Lebaran tahun 2018. Khusus pengguna sepeda motor, Kemenhub memprediksi ada kenaikan menjadi 8,5 juta pada mudik nanti.
"Untuk pengguna sepeda motor, sekitar 8,5 juta pemudik," kata Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya bertema "Siap-siap Mudik Asyik" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).
Tak hanya sepeda motor, pengguna moda transportasi darat lainnya diprediksi juga akan naik. Di antaranya angkutan umum bus 1,76% atau sekitar 8 juta, mobil pribadi dan penumpang naik 16,19% atau sekitar 3,7 juta dan angkutan kereta api naik sekitar 5%.
Pandu mengatakan, peningkatan jumlah pengguna motor saat mudik lebaran disebabkan junlah biaya yang jauh lebih murah dibanding moda transportasi lainnya.
"Contohnya bus yang non ekonomi Jakarta-Solo itu bisa Rp200 ribu-Rp300 ribu. Jadi kalau suami istri pulang pergi, sampai Rp1 juta," kata Pandu.
"Kalau naik motor Jakarta-Solo itu beli bensin 10 liter dan itu tidak sampai Rp100 ribu," imbuh dia.
Alasan lainnya, lanjut Pandu, adalah pola pikir masyarakat yang ingin menunjukkan hasil kerja kerasnya selama di Ibu Kota.
"Kalau pulang dengan sepeda motor itu juga dipandang sebagai bentuk kerja keras di Jakarta," kata Pandu.
"Untuk pengguna sepeda motor, sekitar 8,5 juta pemudik," kata Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Pandu Yunianto dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya bertema "Siap-siap Mudik Asyik" di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).
Tak hanya sepeda motor, pengguna moda transportasi darat lainnya diprediksi juga akan naik. Di antaranya angkutan umum bus 1,76% atau sekitar 8 juta, mobil pribadi dan penumpang naik 16,19% atau sekitar 3,7 juta dan angkutan kereta api naik sekitar 5%.
Pandu mengatakan, peningkatan jumlah pengguna motor saat mudik lebaran disebabkan junlah biaya yang jauh lebih murah dibanding moda transportasi lainnya.
"Contohnya bus yang non ekonomi Jakarta-Solo itu bisa Rp200 ribu-Rp300 ribu. Jadi kalau suami istri pulang pergi, sampai Rp1 juta," kata Pandu.
"Kalau naik motor Jakarta-Solo itu beli bensin 10 liter dan itu tidak sampai Rp100 ribu," imbuh dia.
Alasan lainnya, lanjut Pandu, adalah pola pikir masyarakat yang ingin menunjukkan hasil kerja kerasnya selama di Ibu Kota.
"Kalau pulang dengan sepeda motor itu juga dipandang sebagai bentuk kerja keras di Jakarta," kata Pandu.
(mhd)