Kutuk Teror Bom, Wakil Ketua Komisi VIII: Agama Mengajarkan Kasih Sayang

Kamis, 17 Mei 2018 - 07:30 WIB
Kutuk Teror Bom, Wakil...
Kutuk Teror Bom, Wakil Ketua Komisi VIII: Agama Mengajarkan Kasih Sayang
A A A
JAKARTA - Komisi VIII DPR menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras aksi bom dan teror yang demikian marak di berbagai daerah di Indonesia. Langkah kekerasan dengan didasari pemahaman agama yang menyimpang sungguh harus dikecam dengan keras.

"Karena tidak ada ajaran agama mana pun yang mengajarkan kepada kita semua untuk menghancurkan rumah ibadah, apalagi di dalam Islam. Jangankan melakukan kekerasan dengan bom bunuh diri, bahkan menghancurkan rumah ibadah agama lain pun ditentang (dalam Islam). Kewajiban kita sebagai umat Islam itu adalah menjaga rumah ibadah orang dan menghormati keyakinan orang," jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily saat berbicang dengan KORAN SINDO di Jakarta, Rabu (16/5/2018) sore.

Menurut dia, terjadinya bom bunuh diri dan berbagai teror juga diakibatkan adanya kesalahan dalam pola keberagamaan terduga pelaku. Artinya, tidak bisa agama dijadikan sebagai justifikasi dalam melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun. "Agama mengajarkan kita kasih sayang, ramah, (hingga) kedamaian."

Dalam konteks penanganan teror yang terus terjadi, tutur Ace, memang instrumen UU Terorisme sangat dibutuhkan. DPR secara kelembagaan sangat mendukung pembahasan dan pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme). Bahkan, untuk RUU tersebut sudah ada Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri dari lintas fraksi dan lintas komisi yang menangani.

"Sebetulnya mandeknya pembahasan itu bukan ada di DPR, tapi ada di pemerintah sendiri. Pemerintah belum ada persepsi yang sama terutama tentang defenisi dari terorisme. Kami di DPR sudah sepakat bahwa kalau pemerintah sudah satu persepsi dan satu suara, besok juga pada saat masa sidang sudah bisa disahkan dalam rapat paripurna. DPR punya komitmen yang kuat untuk membahas dan mengesahkan revisi UU itu," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Momen Haru Anak Polisi...
Momen Haru Anak Polisi Korban Bom Surabaya Lolos Jadi Polwan
100 Sekolah Ditutup...
100 Sekolah Ditutup dan Ribuan Siswa Sudah Dievakuasi, Ternyata Ancaman Bomnya Palsu
Warga Digegerkan Penemuan...
Warga Digegerkan Penemuan Tas Diduga Berisi Bom dalam Masjid
Lima Bom Surat Dikirim...
Lima Bom Surat Dikirim ke Sejumlah Target di Spanyol, Termasuk Perdana Menteri
Berita Terkini
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Infografis
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved