Teror Bertubi-tubi, Polri Diminta Terus Buru Kelompok JAD dan JAT

Rabu, 16 Mei 2018 - 13:26 WIB
Teror Bertubi-tubi,...
Teror Bertubi-tubi, Polri Diminta Terus Buru Kelompok JAD dan JAT
A A A
JAKARTA - Para terduga teroris kembali melakukan penyerangan terhadap kantor polisi. Kali ini yang menjadi sasaran adalah Mapolda Riau. Empat terduga teroris yang menyerang dengan senjata tajam berhasil ditembak mati. Sementara satu polisi dinyatakan meninggal dunia.

Serangan teroris terjadi beruntun belakangan ini. Sebelumnya, teroris menyerang tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Satu hari berikutnya, bom bunuh diri terjadi di pintu masuk Mapolresta Jawa Timur.

Beredar informasi, bahwa pihak kepolisian telah mengeluarkan telegram berupa peningkatan status dari siaga 1 menjadi waspada. Merespons hal, anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu mengaku belum mendengar peningkatan status tersebut. Dia menganggap soal status menjadi kewenangan kepolisian.

"Polisi yang tahu bagaimana status itu bisa ditingkatkan atau tidak. Tentu melihat kondisi yang terjadi," kata Masinton saat dihubungi SINDOnews, Rabu (16/5/2018). (Baca juga: Penyerangan Mapolda Riau, 4 Terduga Teroris dan 1 Polisi Tewas )

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjamin revisi UU Terorisme segara rampung dan akan diundangkan sebelum libur Hari Raya Idul Fitri.Kendati begitu, Masinton berharap aparat kepolisian yang dibantu TNi tetap melakukan pengamanan ekstra ketat, khususnya yang selama ini dikategorikan sebagai target atau sasaran tempat.
Terkait insiden penyerangan beruntun yang dilakukan terduga teroris, Masinton meminta aparat kepolisian melakukan penyisiran terhadap kelompok-kelompok yang terindentifikasi sebagai jaringan yang selama ini melakukan teror.

"Polisi harus menyisir kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) dan JAT (Jamaah Ansharut Tauhid). Karena kelompok ini yang selama ini terindentifikasi melakukan teror," tuturnya.

Menurut dia, penyisiran harus dilakukan tanpa harus menunggu revisi UU Terorisme. Tujuannya untuk menghindari bertambahnya jumlah korban akibat aksi teroris.
(dam)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Kasus Febrie, Pakar...
Kasus Febrie, Pakar Minta Kejagung Waspada Upaya Mengaburkan Kepemilikan Uang dan Emas
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
Pesan Prabowo ke Siswa...
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Anak Indonesia Tak Boleh Kalah dari Negara Lain
KPK Dorong Perbaikan...
KPK Dorong Perbaikan Sistem Pembiayaan Politik, Termasuk Pembatasan Biaya Kampanye
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved