SDM Pariwisata Dituntut Ahli Bahasa dan Kuasai TI

Sabtu, 12 Mei 2018 - 00:04 WIB
SDM Pariwisata Dituntut...
SDM Pariwisata Dituntut Ahli Bahasa dan Kuasai TI
A A A
JAKARTA - Menyambut era Revolusi Industri 4.0, sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata dituntut membekali diri dengan kemampuan multibahasa dan teknologi informasi (TI). Namun di tengah kegandrungan terhadap ilmu tersebut, SDM pariwisata tidak boleh melupakan pentingnya budaya bangsa.

"Mahasiswa pariwisata harus membekali diri dengan kemampuan bahasa asing dan TI. Tapi budaya jangan dilupakan, karena wisatawan mancanegara datang ke sini karena tertarik dengan budaya Indonesia," kata Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Nurbaeti saat farewell party mahasiswa-mahasiswi Guilin Tourism University yang melakukan reciprocal di kampus tersebut, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, mahasiswa prodi pariwisata diminta untuk menguasai lebih dari satu bahasa asing. "Selain bahasa Inggris, ada bahasa Perancis, Korea, atau Jepang. Dan belakangan banyak wisatawan China yang datang, jadi bahasa China penting juga untuk dikuasai," katanya.

Dia menambahkan, penguasaan TI dianggap perlu karena hampir semua sektor kehidupan sekarang ini menggunakan teknologi informasi. Semua dijalankan dengan otomatisasi, digitalisasi, dan internet.

Terkait kerja sama internasional, STP Trisakti sudah menjalin kerja sama dengan banyak universitas di luar negeri. Terakhir adalah kerja sama dengan Guilin Tourism University, China.

"Akhir tahun lalu mereka mengajukan pengiriman mahasiswanya ke sini. Kami beri lampu hijau bulan Mei selama tiga pekan, tadinya mereka minta empat pekan," ucap Lecture and International Program Executive, STP Trisakti Nurima Rahmitasari.

Menurut dia, ini adalah program terlama yang pernah ada dengan jumlah mahasiswa mencapai 18 orang. Mereka ikut belajar dengan mahasiswa STP Trisakti dan ada juga kelas terpisah.

"Mereka juga belajar budaya Indonesia dan terkesan. Walaupun hanya tiga pekan, tapi kehangatan budaya yang disampaikan mahasiswa dan manajemen STP Trisakti membuat mereka terkesan," kata Nurima.

Dia menambahkan, akhir tahun ini rencananya kampus akan mengirim 70-an mahasiswa ke Guilin Tourism University. Para mahasiswa akan mengambil program double degree.

"Ada yang selama 1,5 tahun, ada juga yang dua tahun. Tentu mereka kami seleksi dan dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang budaya di sana," tambahnya.
(mhd)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Penampakan Land Cruiser...
Penampakan Land Cruiser terkait Kasus Bupati Kuansing Tiba di Rupbasan KPK
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved