Raja Jordania Apresiasi Kapolri Beri Jurus Tanggulangi Terorisme
Selasa, 08 Mei 2018 - 22:16 WIB
Raja Jordania Apresiasi Kapolri Beri Jurus Tanggulangi Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan pertemuan dengan Raja Jordania King Abdullah II di sela-sela acara Special Operation Force Exhibition and Conference (SOFEX) di Amman, Jordania, Selasa (8/5/2018). Tito mengucapkan terima kasih atas undangan tersebut.
Kapolri berterima kasih kepada King Abdullah II karena telah memberikan kesempatan untuk bicara tentang peran penegak hukum dalam memberantas terorisme di Indonesia dihadapan para komandan satuan pasukan khusus dan para menteri kepolisian 53 negara yang hadir.
“Raja Jordan sangat apresiasi atas kesediaan saya selaku Kapolri untuk beri materi penanganan pemberantasan teroris di Indonesia yang dapat diadopsi bagi negara-negara lain,” kata Tito dalam keterangannya.
Menurut Tito, hubungan Polri dan Kepolisian Jordania sangat erat serta berkomitmen untuk meningkatkan hubungan kedua instansi tersebut. “Raja pernah ke Indonesia beberapa waktu lalu dan melihat keberagaman serta toleransi antarumat beragama dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Menurut dia, King Abdullah II juga mendukung pembuatan MoU antara Polri dan Kepolisian Jordania yang menjadi anggota penuh Interpol. Bahkan, akan segera memerintahkan parlemen untuk segera menyetujui penandatanganan tersebut.
“Salam hormat dari Presiden Joko Widodo kepada King Abdullah II dan Beliau (King Abdullah II) menyampaikan salam hormat kembali,” tandasnya. (Baca juga: Kapolri Dukung Polisi Palestina Jadi Anggota Interpol )
Untuk diketahui, Indonesia cq Polri merupakan pemrakarsa yang mendukung Palestina masuk menjadi anggota penuh Interpol saat SU Interpol 2017 di Beijing. Polri mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada Kepolisian Palestina, baik di JCLEC dan juga Lemdik Polri (pada 2016, sebanyak10 personel polisi Palestina dilatih tentang cyber crime oleh Lemdiklat).
Polri mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada Kepolisian Palestina, baik di JCLEC dan juga Lemdik Polri (10 pers kepolisian Palestina tahun 2016 dilatih tentang cyber crime oleh Lemdiklat). Komitmen Polri untuk mendukung pembentukan NCB Interpol Palestina. Ini komitmen Polri mendukung pembentukan NCB Interpol Palestina.
Kapolri berterima kasih kepada King Abdullah II karena telah memberikan kesempatan untuk bicara tentang peran penegak hukum dalam memberantas terorisme di Indonesia dihadapan para komandan satuan pasukan khusus dan para menteri kepolisian 53 negara yang hadir.
“Raja Jordan sangat apresiasi atas kesediaan saya selaku Kapolri untuk beri materi penanganan pemberantasan teroris di Indonesia yang dapat diadopsi bagi negara-negara lain,” kata Tito dalam keterangannya.
Menurut Tito, hubungan Polri dan Kepolisian Jordania sangat erat serta berkomitmen untuk meningkatkan hubungan kedua instansi tersebut. “Raja pernah ke Indonesia beberapa waktu lalu dan melihat keberagaman serta toleransi antarumat beragama dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Menurut dia, King Abdullah II juga mendukung pembuatan MoU antara Polri dan Kepolisian Jordania yang menjadi anggota penuh Interpol. Bahkan, akan segera memerintahkan parlemen untuk segera menyetujui penandatanganan tersebut.
“Salam hormat dari Presiden Joko Widodo kepada King Abdullah II dan Beliau (King Abdullah II) menyampaikan salam hormat kembali,” tandasnya. (Baca juga: Kapolri Dukung Polisi Palestina Jadi Anggota Interpol )
Untuk diketahui, Indonesia cq Polri merupakan pemrakarsa yang mendukung Palestina masuk menjadi anggota penuh Interpol saat SU Interpol 2017 di Beijing. Polri mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada Kepolisian Palestina, baik di JCLEC dan juga Lemdik Polri (pada 2016, sebanyak10 personel polisi Palestina dilatih tentang cyber crime oleh Lemdiklat).
Polri mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada Kepolisian Palestina, baik di JCLEC dan juga Lemdik Polri (10 pers kepolisian Palestina tahun 2016 dilatih tentang cyber crime oleh Lemdiklat). Komitmen Polri untuk mendukung pembentukan NCB Interpol Palestina. Ini komitmen Polri mendukung pembentukan NCB Interpol Palestina.
(poe)