Sodorkan Cawapres untuk Prabowo, Harga Mati Buat PKS
Jum'at, 04 Mei 2018 - 11:35 WIB
Sodorkan Cawapres untuk Prabowo, Harga Mati Buat PKS
A
A
A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik jika Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam koalisi yang dibangun Partai Gerindra dan PKS. Namun PKS tetap meyakini Prabowo akan memilih kader PKS sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pilpres 2019.
"Kami yakin, Pak Prabowo tetap memilih PKS. Kan PAN sudah kemarin (Prabowo-Hatta)," ujar Politikus PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Jumat (4/5/2018).
Senada dengan Mardani, Wasekjen PKS Abdul Hakim juga mengatakan, PKS akan tetap memperjuangkan kader dan calon dari internal PKS sebagai cawapres. Menurutnya, hak PKS untuk memperjuangkan dan memprioritaskan kadernya.
"Hak setiap partai memperjuangakan kader. PKS tetap akan prioritaskan dan perjuangkan 1 dari 9 kader yang sudah diputuskan Majelis Syuro," kata Abdul Hakim.
Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, partainya telah menyodorkan sembilan nama kepada Prabowo Subianto untuk dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampinginya. Sohibul mengungkapkan, posisi cawapres untuk kader PKS menjadi salah satu syarat jika Gerindra ingin berkoalisi di Pilpres 2019.
"Kami yakin, Pak Prabowo tetap memilih PKS. Kan PAN sudah kemarin (Prabowo-Hatta)," ujar Politikus PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Jumat (4/5/2018).
Senada dengan Mardani, Wasekjen PKS Abdul Hakim juga mengatakan, PKS akan tetap memperjuangkan kader dan calon dari internal PKS sebagai cawapres. Menurutnya, hak PKS untuk memperjuangkan dan memprioritaskan kadernya.
"Hak setiap partai memperjuangakan kader. PKS tetap akan prioritaskan dan perjuangkan 1 dari 9 kader yang sudah diputuskan Majelis Syuro," kata Abdul Hakim.
Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, partainya telah menyodorkan sembilan nama kepada Prabowo Subianto untuk dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampinginya. Sohibul mengungkapkan, posisi cawapres untuk kader PKS menjadi salah satu syarat jika Gerindra ingin berkoalisi di Pilpres 2019.
(kri)