Danny Pomanto: KPU yang Dituntut, Kenapa Kami yang Dieksekusi?

Kamis, 26 April 2018 - 14:04 WIB
Danny Pomanto: KPU yang...
Danny Pomanto: KPU yang Dituntut, Kenapa Kami yang Dieksekusi?
A A A
JAKARTA - Mochamad Ramdhan Pomanto mengaku telah diperlakukan tidak adil dalam upayanya kembali mencalonkan diri menjadi Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Calon petahana yang biasa disapa Danny Pomanto itu mengungkapkan ada beberapa upaya penjegalan terhadap dirinya yang maju bersama Indira Mulyasari.

"Ada ketidakadilan luar biasa," kata Danny dalam program berita iNews Siang, di studio iNews TV, Jakarta, Kamis (26/4/2018). (Baca juga: Putusan MA Tak Berdasar, KPU Sarankan KPU Makassar Ajukan PK )

Menurut dia, penolakan Mahkamah Agung (MA) terhadap kasasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar terhadap keputusan Pengadilan Tinggi Tata Tata Usaha Negara (PTTUN) yang membatalkan surat keputusan pencalonan dirinya sebagai calon wali kota Makassar merupakan bagian dari penjegalan.

"Ini bagian dari penjegalan, ada delapan proses penjegalan," kata Danny.

Dia pun mengungkapkan ada delapan proses penjegalan. Di antaranya pindahnya dukungan delapan parpol kepada calon lain, lalu saat adanya hambatan saat verifikasi faktualnya sebagai calon dari perseorangan.

Danny juga mengungkapkan tetang banyanya laporan yang menuduhnya melakukan dugaan pelanggaran hukum. "Dua kriminalisasi, tiba-tiba ada aduan begitu banyak terhadap saya. Padahal kalau kasus, tentunya kelihatan," ujarnya.

Menurut dia, hukum itu seharusnya mengatur keadilan masyarakat. Dalam kasus ini, pihaknya sama sekali tidak diberikan ruang untuk membela diri.

" KPU yang dituntut, kenapa kami yang dieksekusi. Masak kami tidak diberi ruang membela diri," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved