Sejarah Romantisme PPP-PDIP Berulang

Sabtu, 14 April 2018 - 04:01 WIB
Sejarah Romantisme PPP-PDIP...
Sejarah Romantisme PPP-PDIP Berulang
A A A
SEMARANG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut telah mengulang sejarah masa lalu. Dua parpol itu sempat berada di titik nadir pada era Orde Baru yang menempatkan Partai Golkar sebagai mayoritas tunggal.

"Sejarah PDIP-PPP berulang. Pada 2001 karena kebersamaan PPP dan PDIP sudah sangat panjang, dulu zaman Orde Baru kita dua partai politik yang dizalimi oleh pemerintah waktu itu. Kebersamaan itu berulang kembali dalam Mega-Hamzah (Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wapres Hamzah Haz)," kata Ketua Umum PPP, Muchammad Romahurmuziy, Jumat (13/4/2018).

Dia menjelaskan, saat ini PPP memberi dukungan penuh kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang berasal dari PDIP. Bahkan, pria yang akrab disapa Gus Romy itu juga digadang-gadang menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

"Memang ada mayoritas wilayah yang menginginkan seperti itu (Jokowi-Romy) tapi saya selaku Ketum PPP menunggu fatwa dan perintah para ulama. Sebagai ketum parpol tentu penugasan apa pun di mana pun siap, karena itu adalah amanat. Tapi apakah momentumnya hari ini apakah nanti, kemudian mendapatkan penugasan atau tidak, saya menunggu hasil keputusan ulama yang malam ini sampai besok akan bermusyawarah," jelasnya.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Jokowi yang menentukan sosok cawapres sebagai pasangannya. Apalagi, saat ini sudah terdapat lima parpol yang secara resmi memberi dukungan kepada Jokowi dan tentunya juga berperan untuk dimintai persetujuan tentang cawapres.

"Karena ini secara politik yang terjadi adalah lima parpol yang sudah secara resmi mengusung Pak Jokowi yang kesemuanya dimintai pendapat (sosok cawapres). Tentu yang akan menjadi penentu dan mengambil keputusan adalah Pak Jokowi karena end user atau pengguna akhir," pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Cerita Partai Masyumi:...
Cerita Partai Masyumi: Pernah Menjadi Kekuatan Politik Terbesar di Indonesia
Gelar Rakernas, KPPI...
Gelar Rakernas, KPPI Targetkan Keterwakilan Perempuan Capai 30 Persen di Parlemen
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved