Penggoreng Isu Hoax Lebih Bahaya dari Pengidap Gangguan Jiwa

Jum'at, 23 Februari 2018 - 14:12 WIB
Penggoreng Isu Hoax...
Penggoreng Isu Hoax Lebih Bahaya dari Pengidap Gangguan Jiwa
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto menyebut para pelaku "penggoreng" isu hoax dan ujaran kebencian dengan mengaitkan suku, agama, ras dan golongan (SARA) adalah pengidap gangguan jiwa yang sebenarnya.

Bukan itu saja, kata dia, gangguan jiwa model seperti ini juga menular. "Apa namanya kalau bukan sakit jiwa karena sukanya 'menggoreng' isu hoax lalu gorengan itu dimakan. Kemudian yang memakannya jadi ikut-ikutan menyebar hoax?" kata Ari di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Ari melanjutkan, pembuat isu hoax hingga ujaran kebencian itu jauh lebih berbahaya dari pada pengidap sakit jiwa yang kini oleh masyarakat justru dituduh sebagai pembuat onar.

"Ada kejadian luar biasa (KLB) saat ini, yaitu terbaliknya logika masyarakat. Saat 'penggoreng', penyebar hoaks hingga pelaku ujaran kebencian justru menjadi pahlawan. Sementara pengidap penyakit kejiwaan yang sebenarnya menjadi tertuduh bahkan dihakimi oleh massa. Indonesia darurat KLB akal sehat dan hati yang bersih," tambah Ari.

Bareskrim Mabes Polri baru saja mengungkapkan perkara ujaran kebencian atau penghinaan melalui media sosial oleh Tim Tindak Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dan Sat Reskrim Polres Tanjung Pinang.

Pengungkapan itu berlangsung pada Kamis (22/2) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Tersangka berinisial MKN (57), seorang wiraswasta yang diduga melakukan pembuatan konten SARA dan penghinaan terhadap Kepala Negara hingga Ibu Negara Iriana Jokowi.

"Sebutan apa yang paling tepat bagi lelaki yang berani menghina seorang wanita, yaitu Ibu Negara? Kalau lahir dari bukan ibu, sih, enggak apa-apa," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Mangkus-Sangkil Media...
Mangkus-Sangkil Media Sosial
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved