Islam dan Negara Saling Melengkapi

Kamis, 15 Februari 2018 - 08:35 WIB
Islam dan Negara Saling...
Islam dan Negara Saling Melengkapi
A A A
JAKARTA - Islam tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan bernegara. Islam merupakan sum bernilai yang mewarnai setiap produk kebijakan negara.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dalam diskusi ”Umat Islam dalam Spektrum Politik” di Masjid Cut Mutia, Jakarta, kemarin. ”Islam itu me mainkan spiritual moral untuk memberi pencerahan kehidupan, termasuk dalam berbagai sendi kehidupan bernegara,” ujarnya.

Jimly mengatakan, dalam setiap kehidupan bernegara baik dalam politik, ekonomi, maupun sosial harus bersumber pada nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, keluaran yang dihasilkan dari kehidupan politik, ekonomi, dan sosial memberikan kemanfaatan yang besar bagi warga bangsa.

”Apalagi tatkala dalam berpolitik kita harus membawa agama, dalam berusaha dan berbisnis kita juga harus membawa agama, agar apa yang kita usahakan tidak kebablasan. Ada kontrol dan ini fungsi utama. Tidak ada manipulasi, tidak ada markup, tidak ada unsur penipuan, tidak ada barang dagangan yang tidak layak. Itu dalam berbisnis,” ungkapnya.

Dia menegaskan tidak larangan berbicara politik di masjid. Hanya, tentu politik yang dibicarakan dalam masjid bu kanlah politik praktis yang bertujuan untuk membelah umat. ”Ya harus pisahkan dalam konteks politik praktis dengan pengajian. Nah, kalau pengajian tidak apa-apa. Syukur-syukur pengajian diarahkan meng arah kepada politik kebangsaan, bukan politik yang memecah belah,” ungkapnya.

Ketua Umum dan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubalig se-Indonesia Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, Islam harus bisa menjadi inspirasi bagi dinamika politik di Indonesia.

Menurutnya, dengan ada nya nilai-nilai Islam maka politik bisa diarahkan untuk kemaslahatan umat. ”Jangan lupa partai politik jika tidak diisi oleh orang baik, maka akan diisi oleh orang jahat. Kami tidak mau pengalaman masa lalu mendatangkan kemudaratan bagi umat Islam,” katanya.

Oleh karena itu, sebagai pengurus Bakomukmin, Ngabalin mengatakan akan terus me nyuarakan pentingnya Is lam sebagai sumber nilai dalam dunia politik di Indonesia. Dia berharap bahwa pemahaman Is lam dan politik harus bersatu bisa sampai ke seluruh masyarakat Indonesia.

”Ini akan kita lihat saat pemilu nanti. Harapan kita jangan sampai umat Is lam ti dak menggunakan haknya untuk memilih. Kami berharap umat islam menggunakan hak pilihnya, tentu dengan pilihan yang terbaik. Jangan ada yang berani memecah belah umat beragama di Indonesia,” katanya. (Binti Mufarida)
(nfl)
Berita Terkait
Mempelajari Peradaban...
Mempelajari Peradaban Islam Indonesia di Pameran Misykat Museum Nasional
Program Pendidikan Islam...
Program Pendidikan Islam Kemenag Papua, Yan Permenas Mandenas Tekankan Pentingnya Pendidikan Keagamaan
Guru Pendidikan Agama...
Guru Pendidikan Agama Islam Gelar Aksi di Kemenag, Desak Percepatan PPG PAI
Negara dengan Penganut...
Negara dengan Penganut Islam Sunni Terbanyak di Dunia
SYIAR: Memahami Islam...
SYIAR: Memahami Islam Wasathi
SYIAR: Hilangnya Kehebatan...
SYIAR: Hilangnya Kehebatan Islam
Berita Terkini
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved