Kemendikbud Perkuat Pendidikan di Daerah Pinggiran

Selasa, 06 Februari 2018 - 13:34 WIB
Kemendikbud Perkuat...
Kemendikbud Perkuat Pendidikan di Daerah Pinggiran
A A A
JAKARTA - Pendidikan dinilai menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa. Pelayanan dan akses pendidikan merata dan berkualitas sudah menjadi hak setiap anak bangsa.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengupayakan setiap anak-anak usia sekolah untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka dan memberi arahan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018 di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin 5 Februari 2017.

Muhadjir menegaskan pendidikan itu juga harus dinikmati oleh anak-anak kurang mampu dan miskin.

"Semua anak-anak harus mendapatkan pendidikan, tak terkecuali anak-anak kurang mampu. Kita fokus agar anak-anak dari keluarga tidak mampu dan miskin untuk mendapatkan pendidikan yang sepadan dan berkualitas," tutur Muhadjir.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu memaparkan untuk peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi vokasi lulusan SMK.

"Kita siapkan lulusan SMK bekal berupa keterampilan dan keahlian yang memadai serta sesuai kebutuhan zaman. Sehingga anak-anak bangsa ini siap menghadapi persoalan bangsa ke depan," ujarnya.

RNPK 2018 mengangkat tema menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan.

Menurut Muhadjir, hal ini menunjukkan pendidikan harus diperkuat koordinasi, sinergi dan kemitraan stakeholder pendidikan.

"Penguatan, koordinasi dan sinergi itu harus terus diwujudkan antara pemerintah pusat, daerah, dan kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat yang peduli pendidikan dan masa depan anak bangsa," papar Muhadjir.

Pasalnya, kata Muhadjir, pendidikan itu juga akan diprioritaskan warga miskin, kurang mampu dan pinggiran. Terutama daerah 3 T, yakni tertinggal, terluar dan terpinggir.

"Pendidikan itu kita juga fokuskan untuk daerah pinggiran, atau sering disebut 3T. Pinggiran itu, bisa bermakna daerah pinggiran dan warga yang terpinggirkan. Ibarat makan bubur panas, makan dari pinggir baru ke tengah. Jadi pendidikan kita gerakan dari pinggiran," papar menteri di hadapan peserta RNPK 2018.
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved