LSI Beberkan Sederet Figur Potensial Masuk Bursa Cawapres
Jum'at, 02 Februari 2018 - 20:07 WIB
LSI Beberkan Sederet Figur Potensial Masuk Bursa Cawapres
A
A
A
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA tidak hanya merilis hasil survei mengenai figur yang berpotensi menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2019.
Lembaga tersebut juga mengumumkan hasil surveinya tentang figur yang berpotensi menjadi cawapres. Dalam surveinya, LSI membagi berdasarkan lima kelompok, yakni kalangan militer, islam, partai politik, profesional, pengusaha.
Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby mengungkapkan ada tiga nama dari kalangan berlatar belakang militer yang dianggap memiliki potensi untuk menjadi cawapres, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih popularitas sebesar 71,2 %, Gatot Nurmantyo 56,5 %, Moeldoko 18.0%.
"Meskipun popularitas Moeldoko masih rendah, namun masuknya Moeldoko dalam kabinet Jokowi membuka peluang memainkan langkah gambit," ujar Adjie saat merilis hasil survei, di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Jumat (2/2/2018). (Baca juga: Survei LSI: Selain Prabowo, Anies dan AHY Berpotensi Jadi Penantang Jokowi )
Sementara untuk kalangan Islam, kata dia, muncul nama Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar 32,4% disusul Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi 13,9%.
Muhaimin atau Cak Imin dianggap sudah mulai sosialisasi sebagai cawapres. Sementara Zainul yang dianggap representasi gubernur muslim jika dikenalkan secara luas akan memiliki kans cukup besar.
Sementara cawapres dari latar belakang partai politik, ada dua nama yang muncul, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Budi Gunawan.
Menurut Adjie, nama Budi Gunawan yang merupakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu melambung dengan simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Cawapres berlatar belakang partai hanya dimasukan PDIP dan Golkar, karena kedua partai ini punya kekuatan bargaining lebih besar dibanding partai lain," ucapnya.
Selain dari latar belakang tersebut, muncul pula bursa cawapres dari kalangan kepala daerah. Terkait hal itu hanya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang muncul.
Sementara tiga daerah besar lainnya, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur baru akan melaksanakan pilkada pada 2018 ini. "Selesai pilkada 2018 nanti, gubernur baru yang terpilih di Jabar, Jateng dan Jatim potensial pula menjadi kandidat wapres yang seksi," katanya.
Dari bursa cawapres dari kalangan profesional, LSI menyebut ada empat nama. Duna nama di antaranya berasal dari Kabinet Kerja, yakni Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani.
Dua nama lainnya berasal dari luar kabinet, yakni pungusaha Chairul Tanjung dan Aksa Mahmud.
Survei LSI melibatkan 1.200 responden yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi.
Survei dilaksanakan pada 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Survei dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI.
Margin of error plus minus 2.9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.
Survei nasional ini survei nasional reguler LSI Denny JA. Responden sebanyak 1200 dipilih berdasarkan multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi.
Adapun, waktu survei dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Survei dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2.9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber. (Rakhmat)
Lembaga tersebut juga mengumumkan hasil surveinya tentang figur yang berpotensi menjadi cawapres. Dalam surveinya, LSI membagi berdasarkan lima kelompok, yakni kalangan militer, islam, partai politik, profesional, pengusaha.
Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby mengungkapkan ada tiga nama dari kalangan berlatar belakang militer yang dianggap memiliki potensi untuk menjadi cawapres, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meraih popularitas sebesar 71,2 %, Gatot Nurmantyo 56,5 %, Moeldoko 18.0%.
"Meskipun popularitas Moeldoko masih rendah, namun masuknya Moeldoko dalam kabinet Jokowi membuka peluang memainkan langkah gambit," ujar Adjie saat merilis hasil survei, di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Jumat (2/2/2018). (Baca juga: Survei LSI: Selain Prabowo, Anies dan AHY Berpotensi Jadi Penantang Jokowi )
Sementara untuk kalangan Islam, kata dia, muncul nama Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar 32,4% disusul Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi 13,9%.
Muhaimin atau Cak Imin dianggap sudah mulai sosialisasi sebagai cawapres. Sementara Zainul yang dianggap representasi gubernur muslim jika dikenalkan secara luas akan memiliki kans cukup besar.
Sementara cawapres dari latar belakang partai politik, ada dua nama yang muncul, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Budi Gunawan.
Menurut Adjie, nama Budi Gunawan yang merupakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu melambung dengan simbol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Cawapres berlatar belakang partai hanya dimasukan PDIP dan Golkar, karena kedua partai ini punya kekuatan bargaining lebih besar dibanding partai lain," ucapnya.
Selain dari latar belakang tersebut, muncul pula bursa cawapres dari kalangan kepala daerah. Terkait hal itu hanya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang muncul.
Sementara tiga daerah besar lainnya, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur baru akan melaksanakan pilkada pada 2018 ini. "Selesai pilkada 2018 nanti, gubernur baru yang terpilih di Jabar, Jateng dan Jatim potensial pula menjadi kandidat wapres yang seksi," katanya.
Dari bursa cawapres dari kalangan profesional, LSI menyebut ada empat nama. Duna nama di antaranya berasal dari Kabinet Kerja, yakni Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani.
Dua nama lainnya berasal dari luar kabinet, yakni pungusaha Chairul Tanjung dan Aksa Mahmud.
Survei LSI melibatkan 1.200 responden yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi.
Survei dilaksanakan pada 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Survei dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI.
Margin of error plus minus 2.9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.
Survei nasional ini survei nasional reguler LSI Denny JA. Responden sebanyak 1200 dipilih berdasarkan multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi.
Adapun, waktu survei dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Survei dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2.9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber. (Rakhmat)
(dam)