PBNU Sebut Klarifikasi Kapolri Sudah Cukup Terkait Polemik Pidato
Rabu, 31 Januari 2018 - 18:35 WIB
PBNU Sebut Klarifikasi Kapolri Sudah Cukup Terkait Polemik Pidato
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengatakan, kunjungan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke Kantor PBNU untuk membangun kerja sama yang erat antara Polri dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam.
Terlebih, kunjungan itu dilakukan di saat Kapolri yang dianggap telah menyinggung ormas Islam lain di luar NU dan Muhammadiyah dalam sebuah pidatonya yang viral di media sosial (medsos).
"Intinya agar pilkada berjalan aman, sepakat membangun kerja sama yang erat," kata Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Menurut Said, jajaran pengurus PBNU dan Kapolri sudah berbicara secara cair mengenai kronologis pidato yang disampaikan Tito tersebut. Katanya, apa yang disampaikan Tito dianggap sudah selesai dan tidak perlu dilanjutkan menjadi isu yang tidak baik.
Said mengatakan, klarifikasi atau tabayyun dari Tito dianggap sudah selesai dilakukan di Kantor PBNU di mana hadir juga pimpinan 14 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
"Kalau ada yang ingin mengembangkan berarti ada yang bertujuan kurang baik. Kapolri juga akan mengunjungi kantor ormas Islam," pungkasnya.
Terlebih, kunjungan itu dilakukan di saat Kapolri yang dianggap telah menyinggung ormas Islam lain di luar NU dan Muhammadiyah dalam sebuah pidatonya yang viral di media sosial (medsos).
"Intinya agar pilkada berjalan aman, sepakat membangun kerja sama yang erat," kata Said Aqil di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
Menurut Said, jajaran pengurus PBNU dan Kapolri sudah berbicara secara cair mengenai kronologis pidato yang disampaikan Tito tersebut. Katanya, apa yang disampaikan Tito dianggap sudah selesai dan tidak perlu dilanjutkan menjadi isu yang tidak baik.
Said mengatakan, klarifikasi atau tabayyun dari Tito dianggap sudah selesai dilakukan di Kantor PBNU di mana hadir juga pimpinan 14 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
"Kalau ada yang ingin mengembangkan berarti ada yang bertujuan kurang baik. Kapolri juga akan mengunjungi kantor ormas Islam," pungkasnya.
(maf)