Fenomena Supermoon, BMKG Imbau Waspadai Air Laut Pasang

Selasa, 30 Januari 2018 - 15:02 WIB
Fenomena Supermoon,...
Fenomena Supermoon, BMKG Imbau Waspadai Air Laut Pasang
A A A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tingginya pasang air laut selama terjadinya fenomena Super Blue Blood Moon pada 31 Januari 2018.

"Fenomena ini akan berakibat pada terjadinya pasang air laut. Masyarakat di pesisir dan pelabuhan diharapkan mewaspadai tinggi pasang air laut maksimum hingga mencapai 1,5 meter karena adanya gravitasi bulan dengan matahari," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya, Selasa (30/1/2018).

Dwikorita menjelaskan, lokasi dengan potensi pasang air laut tersebut adalah di pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, bagian selatan Lampung, bagian utara Jakarta, bagian utara Jawa Tengah, bagian utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat pada 30 Januari-1 Februari 2018.

Analisis BMKG memprediksi akan terjadi gelombang tinggi 4-6 meter (very Rough Sea) berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Perairan selatan Pulau Sumba, Pulau Sawu, Pulau Rote, Laut Timor, dan Laut Arafuru.

Sementara gelombang dengan tinggi 2,5-4 meter (Rough Sea) berpeluang terjadi di Perairan Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa, Perairan Kep. Sermata-Leti, Perairan Kep Babar-Tanimbar.

Selain itu, potensi gelombang tinggi pun akan terjadi di Laut Jawa, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa, Selat Sunda, Perairan Utara Jawa Tengah, Perairan Utara NTB hingga NTT, serta Pesisir Utara Pulau Jawa.

BMKG pun memprediksi akan terjadi potensi hujan dan angin dengan kecepatan tinggi hingga tanggal 3 Februari mendatang. Lokasi yang berpotensi hujan dan angin adalah Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi selatan, Papua Barat, dan Papua.

"Kondisi ini membawa uap air baik dari Samudera Pasifik maupun Hindia dari arah barat. Ini mengakibatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan 25 knot atau berkisar 36 km/jam hingga 35 knot atau 70 km/jam," papar Dwikorita.

Hujan, angin kencang serta tinggi pasang maksimum, kata dia, akan berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.

Super Blue Blood Moon adalah kondisi dimana bulan menunjukan 3 fenomena sekaligus yaitu yaitu super moon, blue moon, dan blood moon (gerhana bulan). Supermoon terjadi saat bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi.

Pada kondisi ini bulan akan 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya. Sementara Blue moon adalah istilah untuk bulan purnama yang terjadi selama dua kali dalam satu bulan kalender masehi. Kemudian blood moon merupakan posisi sejajar antara matahari, bumi dan bulan.

Saat berada pada satu garis lurus Bumi akan menghalangi sinar matahari yang menuju bulan sehingga permukaan bulan akan menjadi lebih dingin. Fenomena ini merupakan fenomena langka karena terakhir kali terjadi pada 30 Desember 1982 atau 36 tahun yang lalu.

Dwikorita menjelaskan, ini adalah fenoma alam yang sangat langka dan aman meski dilihat dengan mata telanjang. "Fenomena ini sangat langka dan hanya terulang lebih dari 150 tahun lagi," ucapnya.

"Silakan bagi masyarakat yang ingin menikmatinya karena fenomena ini aman untuk dilihat dengan mata telanjang, layaknya mengamati bulan purnama seperti biasa," tambah mantan Rektor UGM itu.

Awal proses gerhana akan dimulai pukul 18:48 WIB saat bagian bawah purnama mulai tertutupi oleh bayangan bumi. Kemudian, pukul 19.52 WIB, seluruh purnama akan masuk ke bayangan inti bulan sebagai awal dari gerhana bulan total, sehingga bulan akan menjadi gelap kemerahan.

Warna merah itu sendiri disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Masyarakat dapat mengamati puncak fenomena ini dapat pada pukul 20:29 WIB dan berakhir pada pukul 21.08 WIB.
(maf)
Berita Terkait
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Prakiraan Cuaca 5 Kota...
Prakiraan Cuaca 5 Kota Besar di Indonesia, Sebagian Cerah Berawan
Puasa Ramadhan Hari...
Puasa Ramadhan Hari Ke-15, Cuaca Jakarta Cenderung Panas Sepanjang Hari
Cuaca Jabodetabek Diprediksi...
Cuaca Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Era Baru Dunia Meteorologi,...
Era Baru Dunia Meteorologi, Pentingnya Kolaboratif terkait Informasi Cuaca
Cuaca DKI Hari Ini,...
Cuaca DKI Hari Ini, Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jaktim
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved