Menag: Agama Rentan Jadi Alat Politik

Senin, 29 Januari 2018 - 21:50 WIB
Menag: Agama Rentan...
Menag: Agama Rentan Jadi Alat Politik
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mewanti-wanti agar berbagai pihak tak mengggunakan isu-isu agama untuk memuluskan kepentingan politiknya dalam ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun ini.

Menag memperkirakan potensi penggunaan isu-isu agama ini dalam ajang pilkada cukup tinggi. Apalagi 2018 ini merupakan tahun politik. Seperti diketahui, selain pilkada serentak di 171 daerah, tahun ini juga sudah dimulai tahapan pemilu legislatif dan persiapan untuk pemilu presiden 2019.

“Agama sangat berpotensi ditarik ke sana ke mari untuk kepentingan politik praktis,” ujar Menag saat diskusi terbuka dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2018 di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Dalam diskusi bertema Tantangan dan Program Strategis Kementerian Agama di Tahun Politik tersebut, Menag menilai, esensi agama ialah menciptakan perdamaian dan menjaga persaudaraan antarsesama umat manusia dan umat beragama lainnya. Jika ada pihak-pihak yang sengaja menjadikan agama menjadi alat politik, maka hal itu sama saja mengaburkan esensi agama itu sendiri.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah menggunakan isu-isu agama, Kementerian Agama (Kemenag) juga akan menggencarkan kampanye moderasi agama di berbagai daerah. Lewat kampanye ini, Kemenag bertekad masyarakat ke depan akan semakin memiliki pemahaman keagamaan yang luas. Dengan beragama yang moderat, tandas mantan wakil ketua MPR ini, umat akan saling menghormati antara satu dengan yang lain.

Pemahaman agama yang luas ini penting karena saat ini tren sentimen beragama juga terus naik. Hal ini patut diwaspadai karena jika tak dikelola dengan baik justru bisa kontraproduktif seperti mengganggu kerukunan di tengah masyarakat. “Mereka semangat beragamanya tinggi, tapi tanpa diimbangi wawasan agama yang cukup, sehingga mereka merasa dirinya paling benar dan mudah menyalahkan orang lain,” ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Kemenag Rumuskan Lima...
Kemenag Rumuskan Lima Rekomendasi Pencegahan Konflik Berdimensi Agama
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Kementerian Agama Gelar...
Kementerian Agama Gelar Seminar Indonesia Emas
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Bimas dan Majelis Keagamaan...
Bimas dan Majelis Keagamaan Buddha Satukan Langkah Petakan Potensi Konflik di Indonesia
Berita Terkini
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved