Elektabilitas Terus Naik, Golkar Tetap Dukung Jokowi di 2019
Kamis, 25 Januari 2018 - 19:11 WIB
Elektabilitas Terus Naik, Golkar Tetap Dukung Jokowi di 2019
A
A
A
JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan elektabilitas Partai Golkar terus mengalami kenaikan sebesar 15,5 persen. Bahkan survei tersebut memprediksi Golkar bakal bersaing dengan PDIP pada pemilu 2019 mendatang.
Menurut Sekjen Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, tren positif yang diraih partainya tidak lepas dari semangat para pengurus di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.
Lodewijk menjelaskan, meski elektabilitas Golkar bersaing dengan PDIP, pihaknya tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dicalonkan kembali sebagai calon presiden 2019.
"Dalam proses ini kita bersyukur, hasil lembaga survei Golkar saat ini menanjak dengan posisi kedua, karena ini telah melalui hasil pemilu 2014 lalu, 14 koma sekian persen," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018).
Lodewijk mengaku pihaknya tidak mau berpuas diri dengan hasil yang diraih Golkar saat ini. Bahkan, partainya menargetkan meraih 20 persen suara pada pemilu 2019 nanti. "Kemudian kita berusaha menyukseskan Jokowi di 2019-2024," kata mantan Danjen Kopassus ini.
Menurut Sekjen Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, tren positif yang diraih partainya tidak lepas dari semangat para pengurus di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.
Lodewijk menjelaskan, meski elektabilitas Golkar bersaing dengan PDIP, pihaknya tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dicalonkan kembali sebagai calon presiden 2019.
"Dalam proses ini kita bersyukur, hasil lembaga survei Golkar saat ini menanjak dengan posisi kedua, karena ini telah melalui hasil pemilu 2014 lalu, 14 koma sekian persen," kata Lodewijk di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018).
Lodewijk mengaku pihaknya tidak mau berpuas diri dengan hasil yang diraih Golkar saat ini. Bahkan, partainya menargetkan meraih 20 persen suara pada pemilu 2019 nanti. "Kemudian kita berusaha menyukseskan Jokowi di 2019-2024," kata mantan Danjen Kopassus ini.
(maf)