Tiket Pilkada Bernama Mahar

Senin, 22 Januari 2018 - 07:00 WIB
Tiket Pilkada Bernama...
Tiket Pilkada Bernama Mahar
A A A
ISU uang mahar ke Partai Gerindra yang dihembuskan La Nyalla Mahmud Matalitti membuat jagat politik nasional kembali keruh. Banyak kalangan lalu menghitung berapa sebenarnya biaya untuk mencalonkan diri sebagai bupati sampai gubernur? "Rp300 miliar. Itu paket hemat," ucap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, suatu ketika. Prabowo bicara tentang besarnya biaya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.

La Nyalla bermaksud mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur. Sayang, tak ada partai yang mencalonkannya. Ia lalu bicara soal duit itu. Tapi belakangan ia pula yang meluruskan.

Omongan La Nyalla bisa benar bisa salah. Soalnya, tidak semua calon kepala daerah mesti merogoh kocek dalam-dalam untuk mahar politik maupun biaya lainnya. Ridwan Kamil, hanyalah salah satu contoh saja. Bakal calon Gubernur Jawa Barat ini memastikan Partai Gerindra tidak pernah meminta mahar darinya ketika pemilihan Wali Kota Bandung pada 2013 silam. "Saya tidak diminta mahar oleh Partai Gerindra dan PKS waktu dulu nyawalkot di Bandung," bela pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Namun, bukan berarti dirinya tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Emil mengatakan tetap mengeluarkan biaya untuk kampanye. Dana itu dikeluarkan untuk membayar baliho, spanduk, hingga uang untuk tim saksi di tempat pencoblosan (TPS). "Masa semuanya gratis, kan enggak mungkin," katanya.

La Nyalla bukan yang pertama cerita soal itu. Brigjen (Pol) Siswandi pun menyanyikan lagu yang sama. Awalnya, ia bersama Euis Fety Fatayati sepakat maju di pemilihan Wali Kota (pilwalkot) Cirebon, Jawa Barat. Keduanya resmi diusung Koalisi Umat yakni Gerindra, PKS, dan PAN. Sayang, koalisi itu pecah. PKS tak kunjung mengeluarkan rekomendasi bagi pasangan tersebut. Keduanya pun batal maju karena tak memenuhi syarat minimal jumlah dukungan dari kursi DPRD Cirebon.

Bagaimana sebenarnya mahar politik dalam sebuah pesta demokrasi? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 47/VI/2017 yang terbit Senin (22/01/2018).
(amm)
Berita Terkait
Saatnya Akhiri Praktik...
Saatnya Akhiri Praktik Mahar Politik Pencalonan Kepala Daerah
Punya Kursi di Sulsel,...
Punya Kursi di Sulsel, 3 Parpol Ini Malah Jadi Pendukung Bukan Pengusung
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Jagoan PDIP Dikepung...
Jagoan PDIP Dikepung di Pilkada Surabaya
Waspadai Politik Uang...
Waspadai Politik Uang Jelang Pilkada Serentak
Formappi: Rakyat Tak...
Formappi: Rakyat Tak Butuh Calon Kepala Daerah Mantan Pecandu Narkoba
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Menhub: Harga Tiket...
Menhub: Harga Tiket Pesawat Hanya Bisa Turun 10% Saja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved