Dirjen Hubla Akui Pernah Beri Rp150 Juta ke Paspampres

Senin, 18 Desember 2017 - 20:35 WIB
Dirjen Hubla Akui Pernah...
Dirjen Hubla Akui Pernah Beri Rp150 Juta ke Paspampres
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nonaktif Antonius Tonny Budiono memberikan ‎uang sebesar Rp100 juta hingga Rp150 juta kepada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Uang itu diberikan kepada Paspamres saat Ditjen Hubla mengundang Presiden Joko Widodo.

Pemberian uang ke Paspamres terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya kepada Antonus dalam kapasitas sebagai saksi dalam sidang Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan alias Yongkie, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/12/2017).

Jaksa M Takdir Suhan lalu membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Antonius saat penyidikan kasus tersebut. "Ini di BAP saksi halaman 5, untuk memberi Paspampres sekitar 100 sampai 150 juta," katanya.

Takdir membacakan pengakuan Antonius yang mengaku menyerahkan uang kepada Staf Paspampres dari Mauritz HM Sibarani, mantan Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Ditjen Hubla untuk staf Paspampres.

Tonny tidak bisa mengelak. Dia mengakui ada uang ratusan juta sesuai dengan yang tercantum dalam BAP yang diperuntukkan dan diserahkan ke Paspampres.

"Ada kegiatan yang tidak ada dana operasionalnya, termasuk untuk Paspampres. Kita berkewajiban menghibahkan dana operasional untuk Paspampres," kata Tonny di hadapan Mjelis Hakim.

Tonny membeberkan, sumber uang untuk Paspampres berasal dari uang-uang yang dia terima dari berbagai pihak.

Dia membeberkan, semua uang yang diterima, khususnya secara tunai dari sejumlah pihak disimpan di rumahnya maupun di Mess Perwira Ditjen Hubla, Gunung Sahari, Jakarta. "Uang dari saya Pak. Dari tadi yang saya kemukakan," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Jalan Kereta Api Besitang Langsa!, Mantan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Sebagai Tersangka Korupsi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Berita Terkini
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved